Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martinez, menyoroti kurangnya variasi serangan skuadnya setelah ditahan imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo dalam laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026.
Portugal sempat unggul lebih dulu melalui sundulan Joao Neves pada menit keenam memanfaatkan umpan Pedro Neto.
>>> PKB Desak PDIP Tegaskan Sikap Politik Terhadap Pemerintah Prabowo
Namun, Yoane Wissa berhasil menyamakan kedudukan untuk RD Kongo menjelang babak pertama berakhir.
Kesulitan Membongkar Pertahanan Lawan
Martinez mengakui timnya kehilangan arah dan fluiditas dalam penguasaan bola setelah mencetak gol pembuka. Hal ini memungkinkan lawan yang berstatus debutan untuk mengembangkan permainan mereka.
"Saya pikir kami kehilangan sedikit variasi dalam serangan, kehilangan fluiditas dalam penguasaan bola, dan membiarkan mereka kembali menemukan bentuk permainan mereka," ujar Martinez.
>>> Kemdiktisaintek Dorong Kampus Tingkatkan Akses Pendidikan bagi Disabilitas
Gol penyama kedudukan dari Wissa diakui Martinez memberikan suntikan moral besar bagi pemain RD Kongo, membuat pertandingan menjadi sangat sulit.
Meskipun meraih hasil yang mengecewakan, Martinez mengapresiasi kerja keras dan determinasi para pemain Portugal yang terus berupaya meraih kemenangan hingga akhir laga.
"Saya sangat puas dengan sikap tim. Ini bukan masalah kurangnya komitmen atau semangat.
>>> Samsung Galaxy S26 Series Tingkatkan Pengalaman Gaming dengan Lima Fitur Unggulan
Kami terus mencoba hingga akhir pertandingan. Kami bisa belajar dan berkembang banyak dari laga ini," tutupnya.