Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi pertama perdagangan pada Kamis (18/6/2026) di zona merah.
Pelemahan ini terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.
>>> CEO Capital Factory Joshua Baer Tewas dalam Kecelakaan Jet Pribadi di Texas
IHSG terkoreksi lebih dari 1 persen akibat tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 65,82 poin atau 1,06 persen ke level 6.154,92.
Pelemahan indeks diikuti oleh mayoritas saham yang bergerak di zona merah. Tercatat sebanyak 417 saham melemah, 226 saham menguat, dan 158 saham stagnan.
Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 10,08 triliun dengan volume perdagangan 14,93 miliaran saham.
Sektor Infrastruktur Pemicu Utama Penurunan
Sektor infrastruktur menjadi pemicu utama tekanan terhadap IHSG setelah anjlok 2,03 persen. Sektor keuangan melemah 1,46 persen dan sektor kesehatan terkoreksi 1,41 persen.
Di kelompok saham LQ45, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi pemberat utama dengan harga saham merosot 7,77 persen ke posisi Rp 2.730.
Koreksi juga melanda saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang turun 4,72 persen ke level Rp 1.515, serta PT Indosat Tbk (ISAT) yang melemah 3,77 persen menjadi Rp 1.785.
Namun, beberapa saham terpantau menguat sehingga mampu menahan laju penurunan indeks.
>>> Didit Prabowo Temui Joko Widodo di Solo Secara Tertutup
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 5,86 persen ke Rp 2.890, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 3,91 persen menjadi Rp 372, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bertambah 2,20 persen ke posisi Rp 5.100.
Pada aktivitas perdagangan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan nilai transaksi terbesar senilai Rp 650,66 miliar, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 631,77 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp 524,55 miliar.
Pelaku pasar saat ini masih menantikan hasil keputusan RDG Bank Indonesia terkait arah kebijakan suku bunga acuan.
Analis menilai Bank Indonesia berpotensi mempertahankan kebijakan ketat di tengah tekanan rupiah.
Penurunan pasar saham ini berjalan beriringan dengan pelemahan nilai tukar rupiah.
Mata uang garuda melemah 35 poin atau 0,20 persen ke level Rp 17.797 per dollar AS.
Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,99 persen, sementara indeks KOSPI Korea Selatan menguat 1,62 persen.
>>> Roberto Martinez Soroti Lini Serang Portugal Usai Ditahan Imbang
Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,84 persen.