Sebanyak lima wisatawan menjadi korban sengatan ubur-ubur beracun atau impes di perairan Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul pada Minggu (14/6/2026).
Kemunculan biota laut berbahaya ini menandai dimulainya musim impes di kawasan Pantai Selatan Gunungkidul. Pihak SAR setempat meminta pengunjung, terutama keluarga yang mengisi libur sekolah, untuk meningkatkan kewaspadaan.
>>> BPJPH dan ESQ Corp Jalin Kerja Sama Bangun Budaya Organisasi
Musim Impes Telah Tiba
Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Marjono menjelaskan bahwa pertengahan Juni merupakan awal siklus kemunculan ubur-ubur tersebut.
"Memang sudah musimnya impes keluar, biasanya pertengahan bulan Juni sampai Agustus. Kalau puncaknya antara bulan Juli sampai Agustus," kata Marjono.
Sengatan impes dapat menimbulkan efek medis bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga kondisi darurat yang fatal.
Marjono mengimbau wisatawan agar tidak memegang atau menjadikan biota laut biru menggelembung di pinggir pantai sebagai mainan.
Efek kontak langsung dengan impes meliputi rasa gatal hingga sensasi panas pada kulit. Korban dengan sensitivitas tinggi berisiko mengalami sesak napas dan pingsan.
>>> Polisi Tetapkan Pemilik Anjing Pemburu Babi Tersangka di Bogor
"Kalau ada yang terkena sengatan ubur-ubur busa segera ke pos SAR untuk mendapatkan pertolongan," ucap Marjono.
Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto menambahkan bahwa kelima korban di Pantai Sepanjang pada hari Minggu itu mayoritas anak-anak.
Hingga saat ini belum ada laporan korban tambahan.
Bagi pengunjung yang berada jauh dari posko kesehatan, SAR membagikan prosedur pertolongan pertama mandiri.
>>> Review Wuling Cortez Darion EV: MPV Listrik Keluarga yang Efisien
"Untuk penanganan darurat, wisatawan bisa membasuh bagian yang tersengat ubur-ubur pakai air tawar, selanjutnya hilangkan tentakel yang menempel di kulit," ujar Surisdiyanto.