Harga minyak mentah dunia langsung mengalami kemerosotan tajam pada Kamis (18/6/2026) setelah Presiden Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan damai.
Kesepakatan ini mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali jalur perdagangan vital di Selat Hormuz.
>>> Imigrasi Tangerang Edukasi Santri Darul Quran Cegah TPPO
Penurunan nilai komoditas energi tersebut dipicu oleh meluasnya optimisme pasar terhadap perdamaian yang berkelanjutan.
Perang selama lebih dari tiga bulan sebelumnya sempat mengacaukan pasar energi global dan memicu lonjakan inflasi baru.
Berdasarkan laporan AFP, harga minyak mentah merosot lebih dari tiga persen pada Kamis (18/6).
Tren penurunan ini sudah terjadi sejak rumor mengenai kesepakatan mengemuka pada akhir pekan lalu.
Pada pukul 06.25 GMT, patokan minyak mentah Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), mencatat penurunan sebesar 3,4 persen menjadi US$74,18 per barel.
Sementara itu, minyak mentah Brent North Sea yang menjadi acuan internasional melemah 3,02 persen ke posisi US$77,15 per barel.
Penandatanganan di Istana Versailles
Langkah diplomatik krusial ini tercapai setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani nota kesepahaman bersama pihak Iran di Istana Versailles, Prancis.
Acara tersebut berlangsung seusai KTT G7 pada Rabu (17/6) malam waktu setempat.
>>> PN Jaktim Tunda Sidang Tuntutan Kasus Pembunuhan Ilham Pradipta
"Baru saja menandatanganinya," kata Donald Trump kepada para wartawan saat mengonfirmasi dokumen tersebut. Kepastian mengenai legalitas kesepakatan ini juga dikonfirmasi oleh otoritas terkait dari pihak Iran.
Esmaeil Baqaei, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyatakan bahwa seluruh proses administrasi tingkat tinggi telah selesai dilakukan.
"Telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden," ujarnya seperti dikutip oleh kantor berita IRNA.
Kesepakatan ini menjadi titik balik penting bagi stabilitas jalur logistik minyak global.
Sebelumnya, Teheran memblokade Selat Hormuz—jalur yang biasa dilewati seperlima pasokan minyak dunia—sebagai respons atas perang yang diluncurkan AS dan Israel pada 28 Februari.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator dalam negosiasi internasional ini, memaparkan poin-poin awal implementasi.
"Sebagai langkah pertama, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz dan Amerika Serikat akan segera mencabut blokade angkatan laut," kata Shehbaz Sharif.
Melalui kesepakatan ini, Washington berkomitmen penuh untuk segera menghapus sanksi minyak serta memfasilitasi pencairan dana rekonstruksi senilai US$300 miliar.
>>> Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Usai Saham SpaceX Melantai di Nasdaq
Sementara itu, Teheran setuju membatasi kadar pengayaan uranium selama proses negosiasi jangka panjang berjalan.