⌂ Beranda News Lahan Pesisir Pantai Sicepit Batang Mulai Manfaatkan Program Minapadi Salin

Lahan Pesisir Pantai Sicepit Batang Mulai Manfaatkan Program Minapadi Salin

Lahan Pesisir Pantai Sicepit Batang Mulai Manfaatkan Program Minapadi Salin
Lahan pesisir Pantai Sicepit Batang yang dimanfaatkan untuk program Minapadi Salin
A A Ukuran Teks16px

Lahan pesisir yang terdampak salinitas di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mulai dioptimalkan untuk budidaya terpadu.

Program bernama Minapadi Salin ini mengintegrasikan sektor pertanian dan perikanan di Pantai Sicepit, Kelurahan Kasepuhan.

>>> AS dan Iran Teken MoU Akhiri Perang Timur Tengah

Pengembangan kawasan seluas 32,26 hektare ini terwujud berkat kolaborasi antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Pemerintah Kabupaten Batang.

Pengelolaannya diserahkan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Barokah Mulyo, Poktan Intani, dan Poktan Dewi Sri VI.

Sebelumnya, budidaya padi biosalin serupa telah sukses berjalan di wilayah pesisir Mangunharjo Semarang dan Kabupaten Jepara.

Di Semarang, lahan berkembang dari 20 hektare menjadi lebih dari 115 hektare, sedangkan di Jepara realisasi panen mencapai 22 hektare dengan nilai ekonomi Rp 1,23 miliar.

Total nilai ekonomi dari program padi biosalin yang berjalan mencapai sekitar Rp 7,66 miliar.

Penerapan program di Kabupaten Batang dirancang dengan komoditas yang lebih variatif.

Selain menanam padi biosalin, para petani setempat juga membudidayakan ikan nila salin serta rumput laut jenis Gracilaria verrucosa.

Sinergi ini dimulai secara resmi melalui pelepasan 10.000 benih ikan nila salin serta penanaman benih padi biosalin.

Sementara untuk komoditas rumput laut, tahap awal pemanfaatan lahan menggunakan sekitar 30 kilogram bibit.

Target panen pertama untuk rumput laut diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan setelah masa tanam.

Estimasi produktivitasnya dapat mencapai hingga 5 kilogram hasil panen dari setiap 1 kilogram bibit, yang kemudian dilanjutkan secara bertahap setiap 3-4 minggu.

>>> Roberto Martinez Dikritik Usai Portugal Ditahan Imbang RD Kongo

Dukungan Pemerintah dan Harapan ke Depan

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya memanfaatkan lahan salin yang selama ini kurang produktif.

Ia mengapresiasi kolaborasi antara PGN, BRIN, dan berbagai pihak dalam menghadirkan Program Minapadi Salin di Kabupaten Batang.

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN RI Yopi mengatakan program tersebut menunjukkan hasil riset dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan di kawasan pesisir yang memiliki tingkat salinitas tinggi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru