Harga Ethereum (ETH) mengalami penurunan sebesar 2,40 persen dalam 24 jam terakhir pada Jumat, 19 Juni 2026 pukul 09.09 WIB.
Penurunan ini dipicu oleh sentimen penguatan dolar AS setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
>>> Penjualan Ritel Daihatsu Naik 25 Persen pada Mei 2026
Berdasarkan data yang dihimpun, depresiasi sebesar 0,21 persen juga tercatat dalam satu jam terakhir. Meskipun demikian, dalam sepekan terakhir ETH masih mencatat kenaikan sebesar 2,82 persen.
Saat ini, harga ETH berada di level 1.710,31 dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 30,5 juta.
Kapitalisasi pasar Ethereum mencapai 206 miliar dolar AS.
Faktor Pemicu Penurunan
Grafik penurunan aset digital ini mulai terlihat sejak Kamis, 18 Juni 2026 pukul 19.25 WIB.
Saat itu, harga ETH sempat jeblok ke level 1.680,68 dolar AS.
>>> JD Vance Kecam Pejabat Israel yang Kritik MoU Damai AS-Iran
Hingga Jumat pagi, ETH masih berkutat di level 1.706,29 dolar AS dan dinilai berpotensi melemah kembali.
Agresivitas Federal Reserve yang tidak memotong suku bunga acuan menjadi pemicu utama penguatan dolar AS.
Pertemuan FOMC pada 17 Juni yang dipimpin oleh Kevin Warsh memutuskan untuk mempertahankan suku bunga stabil.
Namun, mereka memproyeksikan suku bunga acuan akhir tahun yang lebih tinggi, yaitu sebesar 3,8 persen.
Jalur kebijakan moneter yang lebih ketat ini langsung menekan aset-aset berisiko, termasuk Ethereum.
>>> BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen, Kredit Baru Mulai Terdampak
Koreksi negatif pada Ethereum juga bergerak seiring dengan penurunan yang dialami oleh Bitcoin sebesar 2,89 persen.