⌂ Beranda News JD Vance Kecam Pejabat Israel yang Kritik MoU Damai AS-Iran

JD Vance Kecam Pejabat Israel yang Kritik MoU Damai AS-Iran

JD Vance Kecam Pejabat Israel yang Kritik MoU Damai AS-Iran
Wakil Presiden AS JD Vance memberikan pernyataan di Gedung Putih
A A Ukuran Teks16px

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance melayangkan kecaman keras terhadap sejumlah pejabat Israel yang mengkritik nota kesepahaman (MoU) kesepakatan damai antara negaranya dengan Iran.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Vance saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (18/6/2026).

>>> BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen, Kredit Baru Mulai Terdampak

Ketegangan ini mencuat di tengah kerenggangan hubungan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump.

Vance mengingatkan Tel Aviv bahwa Washington merupakan satu-satunya sekutu kuat yang tersisa dan sebagian besar persenjataan Israel didanai oleh pembayar pajak Amerika Serikat.

"Donald J Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati kepada negara Israel saat ini, dan kebetulan dia adalah kepala negara adidaya dunia," kata Vance.

Vance mengutarakan kemarahannya atas sikap para anggota kabinet pemerintahan Israel yang menyerang sekutu utama mereka sendiri. Sikap tersebut dinilai tidak realistis di tengah situasi geopolitik saat ini.

"Jika saya berada dalam kabinet pemerintahan Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang saya miliki di seluruh dunia," tegas Vance.

Meskipun mengkritik keras kabinet Israel, Vance memberikan pujian kepada Benjamin Netanyahu karena tidak menyampaikan kritik secara pribadi.

Namun, ia secara gamblang membeberkan besarnya ketergantungan militer Israel terhadap bantuan finansial dari Washington.

>>> FIFA Ubah Aturan Posisi Fotografer Usai Protes Thomas Tuchel

"Selama tiga bulan terakhir, dua pertiga dari senjata pertahanan yang telah melindungi tanah air Anda telah dibangun oleh tangan Amerika dan dibayar dengan uang pajak warga Amerika," ucap Vance.

Pemerintah AS meminta pihak-pihak di Israel untuk melihat kenyataan bahwa permasalahan utama mereka bukanlah kepemimpinan Donald Trump.

Kesepakatan yang diteken pada Rabu (17/6/2026) tersebut memulai gencatan senjata 60 hari dan membuka blokade ekonomi terhadap Teheran.

"Masalah bagi Israel bukanlah Donald J Trump, dan siapa pun di Israel yang berpikir masalah terbesar mereka adalah Presiden Amerika Serikat perlu bangun dan menyadari kenyataan situasi yang dihadapi negara tersebut," tegas Vance.

Dalam wawancara terpisah dengan New York Times yang terbit pada Kamis (18/6/2026), Vance secara spesifik menyebut Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich sebagai penentang kesepakatan itu.

Ia pun mempertanyakan solusi alternatif yang dimiliki oleh kedua menteri tersebut.

"Saya kira tanggapan mereka adalah -- apa proposal Anda yang sebenarnya? Anda adalah negara dengan sembilan juta penduduk.

>>> Meta Resmi Luncurkan WhatsApp Plus Berbayar di Indonesia, Cek Fiturnya

Anda tidak bisa hanya menyelesaikan setiap masalah keamanan nasional Anda dengan cara membunuh," kata Vance kepada New York Times.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru