>>> MPR Dukung Perjanjian Damai AS-Iran, Minta Stabilitas Kawasan Terjaga
Kami semua benar-benar percaya bahwa dia bisa menjadi salah satu yang terbaik di dunia, jika dia belum berada di kategori itu," imbuhnya.
Adaptasi di Italia dan Impian Besar Piala Dunia
Di balik ketenarannya di atas lapangan hijau, Jonathan David dikenal memiliki kepribadian yang cenderung tertutup dan pendiam.
"Secara pribadi, berbicara di depan umum bukanlah sifat saya karena saya tidak suka menonjolkan diri.
Saya adalah orang yang bijaksana dan tenang," ungkap Jonathan David kepada La Voix du Nord. "Setelah pertandingan, saya lebih suka meninggalkan stadion tanpa mengucapkan sepatah kata pun," tambahnya.
Pada musim lalu, Jonathan David memutuskan pindah ke Juventus dengan status bebas transfer.
Proses adaptasinya di kompetisi Italia tidak berjalan mulus karena ia hanya mampu mencetak delapan gol dari total 46 laga.
"Bagi saya, itu naik turun ... Saya tidak mencetak gol sesering yang saya inginkan," katanya kepada TSN pada April lalu.
"Juventus adalah klub yang berada di bawah pengawasan lebih ketat daripada klub lain di Italia.
Ada banyak mata yang tertuju pada Anda, dan tentu saja, orang-orang akan membicarakannya," jelas Jonathan David.
Meski menghadapi tantangan di level klub, penyerang ini tetap menyimpan ambisi besar bersama tim nasional di turnamen global.
"Impian terliar saya? Katakan saja menjuarai Piala Dunia bersama Kanada.
Jika saya berhasil melakukannya, jujur saja, saya bisa pensiun keesokan harinya," ucap Jonathan David kepada La Voix du Nord.
"Saya ingin Piala Dunia ini mengubah sepak bola di Kanada selamanya, menjadikannya olahraga nomor satu di negara ini," kata Jonathan David kepada FIFA.
com.
>>> Kemnaker Mediasi PHK 133 Buruh PT Amos Indah Indonesia
Melalui tambahan tiga gol dari pertandingan melawan Qatar tersebut, perolehan gol Jonathan David kini menyamai torehan Lionel Messi yang berada di posisi teratas daftar pencetak gol sementara turnamen.
