⌂ Beranda News Irak Siapkan Rute Ekspor Minyak Lewat Suriah untuk Hindari Selat Hormuz

Irak Siapkan Rute Ekspor Minyak Lewat Suriah untuk Hindari Selat Hormuz

Irak Siapkan Rute Ekspor Minyak Lewat Suriah untuk Hindari Selat Hormuz
Pipa minyak dan pelabuhan Baniyas di Suriah
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Irak mulai menyiapkan jalur distribusi alternatif untuk ekspor minyak mentah dan nafta melalui wilayah Suriah pada Jumat (19/6/2026).

Langkah strategis jangka panjang ini diambil guna mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz yang sempat lumpuh akibat konflik Iran.

>>> Umuh Muchtar dan Uilliam Barros Ungkap Tim Jagoan Piala Dunia

Sebelum konflik, Irak mengekspor sekitar 3,6 juta barel minyak per hari, dengan 3,4 juta barel di antaranya melalui Terminal Basra di selatan yang melewati Selat Hormuz.

Penutupan selat vital tersebut sempat mengganggu ekspor hingga membuat kapasitas penyimpanan domestik Irak penuh.

Negosiasi dan Infrastruktur Baru

Juru Bicara Kementerian Perminyakan Irak Saleem al-Rikabi mengatakan pemerintah sangat mementingkan diversifikasi rute ekspor, khususnya melalui Suriah.

State Oil Marketing Organization (SOMO) terus bernegosiasi dengan pemerintah Suriah untuk memperluas cakupan ekspor energi ke pasar internasional.

Peningkatan infrastruktur pendukung juga dilakukan di Suriah, terutama di Pelabuhan Baniyas di pesisir Mediterania yang sedang ditambah dua area bongkar muat baru.

Kepala Kantor Media Syrian Petroleum Company (SPC) Mohammed Al-Ahdab mengonfirmasi aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap berjalan optimal.

>>> Suporter Meksiko dan Korea Selatan Jaga Keharmonisan di Piala Dunia 2026

Dua pejabat Kementerian Perminyakan Irak memperkirakan pengiriman minyak mentah via Suriah dapat dimulai awal Juli 2026 dengan volume awal 50.000 barel per hari.

SOMO berencana membuka kantor perwakilan di Baniyas untuk mendukung kelancaran operasional.

Sejak April lalu, jutaan barel bahan bakar minyak telah dikirim menggunakan truk menuju Pelabuhan Baniyas.

Bagi Suriah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa, kerja sama ini mendatangkan keuntungan dari biaya transit untuk menghidupkan kembali sektor energi domestik pasca-perang.

Namun, pengangkutan lewat darat masih menghadapi kendala seperti infrastruktur jalan rusak, antrean panjang truk, dan aksi protes warga.

>>> Brasil Targetkan Kemenangan Perdana Lawan Haiti di Piala Dunia 2026

Dalam jangka panjang, kedua negara berencana merehabilitasi jaringan pipa minyak Irak-Suriah agar mampu mengalirkan hingga 300.000 barel per hari.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru