Kekhawatiran mengenai potensi gangguan pengisian daya kendaraan mulai dirasakan oleh sejumlah pengguna mobil listrik akibat pemadaman listrik di beberapa daerah dalam kurun waktu terakhir.
Kondisi tersebut menjadi sorotan para pemilik kendaraan bertenaga baterai di tengah penegasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait pasokan energi primer pembangkit listrik PT PLN (Persero) yang diklaim aman meski pasokan batu bara berkurang.
>>> Trump dan Pezeshkian Tanda Tangani Kesepakatan di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Meski demikian, gangguan pasokan listrik dilaporkan masih melanda beberapa wilayah, termasuk peristiwa pemadaman yang terjadi di Kota Bekasi pada Jumat (19/6/2026).
Ketergantungan penuh terhadap ketersediaan daya untuk mengisi ulang baterai, baik lewat fasilitas pengisian di rumah maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), menjadikan situasi ini perhatian serius bagi para pemilik kendaraan ramah lingkungan.
Seorang pengguna Aletra L8 EV, Zyovanni Satya Negara, menjelaskan bahwa hingga kini dirinya belum sempat menghadapi kendala pengisian daya maupun kehabisan daya baterai saat berada di lokasi yang terdampak pemadaman.
"Saya belum pernah kehabisan listrik di tempat yang kebetulan mati lampu. Alhamdulillah jangan sampai terjadi," kata Zyovanni.
Masyarakat di area Jabodetabek dinilai masih mempunyai opsi lain untuk memulihkan daya kendaraan mereka melalui jaringan SPKLU yang tersebar jika listrik di kediaman mereka sedang padam.
"Kalau misalnya baterai tinggal 20 persen di Bekasi dan harus ke Jakarta, masih bisa cari alternatif. Di Jabodetabek SPKLU juga cukup banyak," ujarnya.
Walau begitu, terdapat risiko yang mesti diwaspadai apabila gangguan pasokan listrik tersebut berlangsung lebih sering dan mencakup area yang lebih luas.
"Kalau memang mati lampu ini akan semakin sering dan makin meluas, ya bahaya buat mobil listrik karena enggak ada alternatif energi lain selain listrik," kata dia.
Peningkatan populasi kendaraan listrik di jalanan juga menuntut keandalan jaringan listrik yang lebih solid dari pihak penyedia layanan.
"Sekarang pengguna mobil listrik makin banyak. Kalau gangguan listrik terus terjadi dan berkepanjangan tentu akan jadi masalah juga," ujarnya.