Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara mengejutkan menandatangani teks kesepakatan dalam jamuan makan malam di Versailles, Prancis, sementara Pezeshkian menandatangani dari Teheran.
Momen ini terjadi setelah berbulan-bulan saling serang rudal dan drone di Timur Tengah, menyusul serangan AS dan Israel ke Iran pada Februari.
>>> Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Pembatalan Dialog Damai AS-Iran
Namun, pertemuan di Swiss ini masih jauh dari kata akhir, dengan pertanyaan besar tentang seperti apa bentuk "sejarah" yang akan benar-benar tercipta dari meja perundingan tersebut.
Trump: Iran Ikut Kesepakatan karena 'Tidak Mau Dibom'
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terkait kesepakatan kerangka baru dengan Iran dalam konferensi pers di sela KTT G7.
Trump mengatakan dirinya melihat adanya kemajuan dalam hubungan AS dengan Iran, termasuk klaim bahwa ia telah mencegah potensi "bencana nuklir" dan mendorong perubahan kepemimpinan di Iran.
Namun di saat yang sama, ia kembali mengulang ancaman bahwa Iran akan "dibom habis-habisan" apabila tidak menyepakati perjanjian yang lebih luas dengan Amerika Serikat.
Ketika ditanya soal keyakinannya bahwa Iran tidak akan membatasi akses di Selat Hormuz sebagaimana tertuang dalam kerangka kesepakatan, Trump menjawab singkat.
"Logika sederhana. Mereka tidak mau dibom," kata Trump.
Dukungan Damai, tapi Masih Banyak Keraguan
Para pemimpin negara G7 memberikan dukungan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas kerangka kesepakatan baru dengan Iran dalam pertemuan di sela KTT G7.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut kesepakatan itu sebagai langkah yang "bijak".
Ia juga mengusulkan pengiriman misi gabungan Prancis dan Inggris ke Selat Hormuz untuk membantu pelaksanaan kesepakatan, namun usulan tersebut tidak mendapat respons antusias dari Trump.
Sementara itu, Rowena Binti Abdul Razak, dosen School of Oriental and African Studies di London, menilai kesepakatan ini sebagai perkembangan awal yang positif.
"Ini adalah awal dari apa yang kami harapkan menjadi perjanjian damai yang lebih panjang antara Amerika Serikat dan Iran.