⌂ Beranda News AS dan Iran Teken Nota Kesepahaman Awal, Target Damai 60 Hari

AS dan Iran Teken Nota Kesepahaman Awal, Target Damai 60 Hari

AS dan Iran Teken Nota Kesepahaman Awal, Target Damai 60 Hari
Penandatanganan nota kesepahaman antara AS dan Iran di Swiss
A A Ukuran Teks16px

Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik melalui penandatanganan nota kesepahaman 14 paragraf.

Dokumen tersebut ditandatangani oleh Presiden Donald Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian pada Rabu (17/06) di Swiss.

>>> Sopir Taksi Serbia di AS Kecewa Negaranya Gagal Lolos Piala Dunia 2026

Kesepakatan yang berlangsung lebih cepat dari jadwal ini membuka jalan menuju perdamaian final dalam waktu maksimal 60 hari.

Beberapa poin penting dalam dokumen tersebut meliputi pemulihan pelayaran Selat Hormuz, pencabutan blokade laut AS, serta negosiasi penghapusan sanksi.

Selain itu, rencana pembentukan dana rekonstruksi ekonomi Iran sebesar minimal US$300 miliar juga disiapkan. Sebagai imbal balik, Teheran menegaskan kembali komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Tantangan dan Ketegangan yang Tersisa

Meskipun ada kemajuan, proses negosiasi ini masih menghadapi tantangan besar dari dinamika militer di kawasan.

Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan ini "belum final" dan menambahkan bahwa AS dapat kembali meluncurkan operasi militer jika kesepakatan gagal.

Pihak Iran juga menyatakan sikap waspada terhadap iktikad baik AS. Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan "jari Iran masih berada di pelatuk."

Ketegangan militer Israel di Lebanon menjadi salah satu ancaman utama bagi keberlangsungan kesepakatan.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selaku mediator menyatakan dokumen tersebut mencakup penghentian operasi militer di semua lini, termasuk jaminan kedaulatan Lebanon.

Namun, militer Israel tetap melanjutkan serangan udara di Lebanon selatan. Pejabat AS menyebut penarikan pasukan Israel bukan syarat kesepakatan awal karena mereka tetap memiliki hak membela diri.

Teheran menganggap berakhirnya perang di Lebanon sebagai poin mutlak. Kelompok Hizbullah menuntut penarikan penuh pasukan Israel pada fase perundingan berikutnya.

>>> Belgia Tahan Imbang Mesir 1-1 di Laga Perdana Grup G Piala Dunia 2026

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan pasukan Israel tidak terikat pada penafsiran Iran atas kesepakatan damai tersebut. Ia memperingatkan potensi balasan militer jika Iran melakukan pergerakan ofensif.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru