Kepercayaan investor asing terhadap iklim investasi di Indonesia dinilai masih kuat. Hal ini tercermin dari tingginya minat penanaman modal di tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Tiga KEK manufaktur terbesar saat ini telah mengajukan perluasan wilayah operasional. Langkah ini diambil untuk menampung gelombang antrean investor asing yang ingin masuk.
>>> Wasit Berjersey Pink Pimpin Laga Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyatakan bahwa tiga KEK tersebut adalah Gresik, Kendal, dan Galang Batang di Bintan.
Ketiganya mengajukan perluasan lahan.
Potensi tambahan modal asing yang akan mengalir ke tiga kawasan itu diperkirakan menembus Rp 557 triliun. Realisasi dana tersebut akan berjalan secara bertahap.
Para pelaku usaha masih harus mendirikan berbagai fasilitas penunjang industri, seperti pabrik pengolahan hingga smelter. Investasi yang ada sudah penuh dan investor asing mengantre untuk masuk.
Pengelola KEK Gresik mengusulkan penambahan luas lahan sekitar 1.200 hektare. Langkah ini dipicu oleh tingginya permintaan dari calon investor baru.
>>> Kemensos Targetkan Satu Gedung Permanen Sekolah Rakyat per Kabupaten Kota
KEK Kendal dilaporkan sudah terisi penuh hingga 100 persen dari kapasitasnya. Pihak pengelola mengajukan penambahan area sekitar 1.000 hektare untuk menampung pelaku usaha baru.
Sementara itu, KEK Galang Batang di Bintan mengusulkan ekspansi lahan seluas 2.600 hektare. Perluasan ini sejalan dengan rencana masuknya proyek industri baru di sektor alumina dan petrokimia.
Situasi ini menjadi bukti konkret bahwa ketertarikan modal asing ke Indonesia tetap tinggi.
Kondisi riil di lapangan berlangsung di tengah perhatian publik terhadap dinamika pasar saham dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
>>> Australia dan Skotlandia Raih Kemenangan di Piala Dunia 2026
Susiwijono menambahkan bahwa fakta di tiga KEK ini menunjukkan investor asing masih percaya untuk berinvestasi. Mereka bahkan mengajukan perluasan lahan hingga dua kali lipat.