FIFA resmi mengubah aturan bahasa dalam konferensi pers Piala Dunia 2026. Bahasa Spanyol kini menjadi pilihan tetap di samping bahasa Inggris.
Keputusan ini diambil setelah munculnya insiden yang melibatkan pemain Maroko, Achraf Hakimi, dan pemain Brasil, Vinicius Junior. Keduanya sempat dilarang atau enggan menggunakan bahasa Spanyol saat wawancara.
>>> Petugas TNBTS Amankan 13 Pendaki Ilegal di Gunung Semeru, 4 Masih Buron
Insiden pertama terjadi pada pertandingan Grup C antara Maroko dan Brasil.
Achraf Hakimi yang lahir di Spanyol ingin menjawab pertanyaan media Meksiko dalam bahasa Spanyol, namun petugas melarangnya karena tidak ada penerjemah.
Sementara itu, Vinicius Junior menolak berbicara dalam bahasa Spanyol dan memilih bahasa Portugis. Ia mengatakan, "Saya di sini bersama Brasil, jadi saya akan berbicara dalam bahasa Portugis."
Kritik publik pun meluas, terutama karena Meksiko adalah salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 yang menggunakan bahasa Spanyol.
>>> Marc Marquez Kuasai Free Practice I MotoGP Ceko 2026 Meski Sempat Jatuh
FIFA kemudian menetapkan bahasa Spanyol sebagai bahasa keempat dalam konferensi pers resmi.
Sebelumnya, FIFA hanya menyediakan bahasa Inggris secara permanen, sementara dua bahasa lain disesuaikan dengan permintaan tim. Dengan perubahan ini, bahasa Spanyol menjadi opsi tetap sepanjang turnamen.
Langkah ini dinilai lebih realistis mengingat Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
>>> Brasil Targetkan Kemenangan Lawan Haiti di Piala Dunia 2026
FIFA berharap kebijakan baru ini dapat menghindari insiden serupa di masa depan.
