⌂ Beranda News China Resmikan Laboratorium Chip Fotokomputasi di Shanghai

China Resmikan Laboratorium Chip Fotokomputasi di Shanghai

China Resmikan Laboratorium Chip Fotokomputasi di Shanghai
Laboratorium chip fotokomputasi di Shanghai Jiao Tong University
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah China meresmikan fasilitas penelitian baru bernama Shanghai Key Laboratory of Integrated Photonic Computing Chips and Systems.

Laboratorium ini berlokasi di Shanghai Jiao Tong University dan fokus pada teknologi komputasi fotonik.

>>> Galeri 24 Cetak Rekor Penjualan Emas 3 Kilogram di BIJF 2026

Para peneliti akan memanfaatkan cahaya untuk memproses data, menggantikan aliran listrik konvensional.

Fokus utama mencakup pengembangan chip fotonik, komponen optik, arsitektur sistem, dan perangkat lunak pendukung.

Langkah ini diambil seiring meningkatnya kebutuhan daya komputasi global, terutama untuk kecerdasan buatan (AI).

Konsumsi daya pusat data AI yang besar mendorong pencarian solusi alternatif seperti komputasi fotonik.

Teknologi fotonik menggunakan foton—partikel cahaya—yang bergerak cepat dan meminimalkan panas.

Komputasi berbasis cahaya menjanjikan bandwidth lebih luas, efisiensi energi tinggi, dan kecepatan pemrosesan superior.

Direktur laboratorium, Profesor Zou Weiwen, menyebut komputasi fotonik sebagai jalur penting untuk meningkatkan kemampuan komputasi masa depan.

>>> Marcelo Bielsa Tolak Tatap Kamera saat Sesi Foto Resmi Piala Dunia 2026

"Komputasi fotonik menawarkan keunggulan dalam bandwidth, latensi, dan efisiensi energi," ujar Weiwen.

Kolaborasi dengan Lightelligence

Laboratorium ini bermitra dengan Lightelligence, perusahaan rintisan asal Shanghai yang fokus pada komputasi berbasis cahaya.

Riset bersama mencakup integrasi silikon-fotonik, pembuatan perangkat optik, pengembangan algoritma, hingga komersialisasi.

Lightelligence mengklaim sebagai perusahaan pertama yang berhasil menerapkan sistem komputasi hibrida optik-elektronik dalam skala besar.

Meski potensinya besar, adopsi massal masih terhambat kesiapan ekosistem pendukung, seperti perangkat lunak dan algoritma yang belum optimal.

Para ilmuwan masih harus menyelesaikan sejumlah persoalan mendasar di bidang rekayasa dan sains.

>>> Prancis Taklukkan Senegal 3-1 di Laga Perdana Grup I Piala Dunia 2026

Kehadiran laboratorium ini menegaskan ambisi China memimpin ekosistem komputasi berkinerja tinggi global.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru