⌂ Beranda News Saham Danantara Topang IHSG di Tengah Volatilitas Pasar

Saham Danantara Topang IHSG di Tengah Volatilitas Pasar

Saham Danantara Topang IHSG di Tengah Volatilitas Pasar
Grafik pergerakan saham Danantara dan IHSG
A A Ukuran Teks16px

Menurut Wafi, IDX BUMN20 ditopang oleh bobot saham Himbara dan energi Danantara yang dominan serta menjadi target akumulasi investor institusi.

Saham-saham Danantara bisa kembali outperform jika tinjauan MSCI menunjukkan hasil positif dan kurs rupiah tetap stabil.

Pelaksanaan buyback saham dan pembagian dividen tunai oleh emiten Danantara juga dapat menjadi sentimen positif dalam jangka pendek.

>>> Bruno Guimaraes Siap Kawal Lini Tengah Brasil Lawan Haiti di Piala Dunia 2026

"Namun, dengan kenaikan BI-Rate menjadi 5,75%, tekanan terhadap Net Interest Margin (NIM) bank dan beban bunga infrastruktur masih ada," kata Wafi, Kamis (18/6/2026).

Prospek dan Risiko Saham Danantara

Arinda menilai saham Danantara masih cukup prospektif, terutama jika arus dana asing tetap terjaga dan kondisi makroekonomi domestik stabil.

Keberlanjutan kinerja IDX BUMN20 tidak terlepas dari faktor seperti arah kebijakan suku bunga acuan BI, perkembangan ekonomi global, pergerakan rupiah, dan realisasi belanja pemerintah.

Jika sentimen global memburuk atau terjadi tekanan terhadap pasar keuangan domestik, saham Danantara berpotensi anjlok karena posisinya sebagai target utama investor asing.

"Peluang penguatan masih ada, tapi risiko volatilitas tetap perlu diantisipasi," imbuh Arinda.

Dari sekian saham Danantara, sektor perbankan masih menjadi pilihan paling menjanjikan, terutama BBRI, BMRI, dan BBNI. Ketiganya memiliki fundamental kuat, profitabilitas tinggi, likuiditas baik, serta konsisten membagi dividen.

Beberapa emiten dari sektor energi dan telekomunikasi juga menarik seiring stabilnya harga komoditas dan meningkatnya kebutuhan digitalisasi.

Daya tarik utama saham Danantara terletak pada skala bisnis besar, posisi dominan di sektor industri, dukungan pemerintah, hingga potensi dividen tinggi.

Namun, investor perlu mencermati risiko seperti potensi intervensi kebijakan, perubahan regulasi, tekanan margin akibat penugasan pemerintah, dan sensitivitas terhadap pergerakan dana asing.

Arinda menyebut ANTM, TINS, BBRI, dan TLKM layak menjadi pilihan bagi investor.

Saham ANTM ditargetkan menyentuh Rp 5.000 per saham, TINS Rp 4.500, BBRI Rp 4.000, dan TLKM Rp 3.500 per saham.

Sementara itu, Wafi menyebut saham Danantara dari sektor perbankan dan energi atau pertambangan dapat menjadi pilihan menarik.

>>> OJK dan SRO Reformasi BEI demi Transparansi Pasar Modal

Nilai yield dividen di atas rata-rata, dukungan pemerintah, hingga likuiditas tinggi dapat memantik ketertarikan investor terhadap saham Danantara.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru