Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026.
Indeks menguat tipis 4,8 poin atau 0,08 persen ke level 6.177,139.
>>> China Resmikan Laboratorium Chip Fotokomputasi di Shanghai
Penguatan ini terjadi di tengah tekanan mayoritas bursa Asia dan sentimen negatif dari MSCI terkait aksesibilitas pasar Indonesia.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 332 saham menguat, 342 saham melemah, dan 141 saham stagnan.
Total transaksi mencapai Rp 25,71 triliun dengan volume 31,60 miliar saham dan frekuensi 1,74 juta kali.
Berbeda dengan IHSG, indeks LQ45 justru terkoreksi 1,22 persen ke posisi 609,402.
Sektor Infrastruktur dan Kesehatan Pimpin Penguatan
Sektor infrastruktur menjadi motor penguatan dengan kenaikan 1,61 persen. Disusul sektor kesehatan yang naik 1,52 persen dan barang konsumsi non-primer yang terangkat 1,09 persen.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melonjak 3,70 persen ke Rp 6.300, menjadi pendorong utama indeks LQ45.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 2,40 persen ke Rp 2.930, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga naik 2,40 persen ke Rp 1.705.
Di sisi lain, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ambles 7,19 persen ke Rp 2.580.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 6,53 persen ke Rp 372, dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melemah 5,31 persen ke Rp 1.515.
Top Gainers dan Top Losers
Saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) memimpin top gainers dengan lonjakan 34,29 persen ke Rp 94.
>>> Galeri 24 Cetak Rekor Penjualan Emas 3 Kilogram di BIJF 2026
PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) naik 25 persen ke Rp 145, dan PT Mega Perintis Tbk (ZONE) juga naik 25 persen ke Rp 545.
Pada top losers, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) turun 14,97 persen ke Rp 16.325.
PT Bank Permata Tbk (BNLI) melemah 14,83 persen ke Rp 2.700, dan PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) turun 11,31 persen ke Rp 392.