⌂ Beranda News Tips Persiapan Perjalanan Jauh Mobil Hybrid dari Dosen UGM

Tips Persiapan Perjalanan Jauh Mobil Hybrid dari Dosen UGM

Tips Persiapan Perjalanan Jauh Mobil Hybrid dari Dosen UGM
Mobil hybrid sedang melakukan perjalanan di jalan tol
A A Ukuran Teks16px

Musim libur sekolah sering dimanfaatkan keluarga untuk melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan pribadi.

Mobil hybrid kini mulai banyak dilirik karena menawarkan kombinasi efisiensi motor listrik dan fleksibilitas mesin bensin.

>>> Kampus Top Korea Selatan Tolak Ratusan Calon Mahasiswa Pelaku Perundungan

Agar perjalanan berjalan lancar dan efisien, pemilik kendaraan ramah lingkungan ini perlu melakukan sejumlah persiapan sebelum berangkat.

Langkah ini mencakup memastikan baterai terisi penuh, memeriksa kondisi kendaraan, hingga merencanakan titik pengisian daya.

Persiapan Baterai dan Pengisian Daya

Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), menyarankan pengemudi untuk mengisi daya baterai hingga penuh sebelum memulai perjalanan.

Daya baterai yang optimal sangat memengaruhi performa kendaraan.

Dengan baterai terisi penuh 90-100 persen, kerja mesin bensin akan jauh lebih ringan, bahkan pengemudi bisa memilih mode EV selama memungkinkan.

Pengguna Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebaiknya memanfaatkan pengisian daya di rumah dengan tegangan rendah untuk menjaga suhu baterai dan memperpanjang usia komponen.

Selain itu, penting untuk merencanakan titik pengisian listrik di sepanjang rute perjalanan. Beberapa rest area di jaringan Tol Trans-Jawa sudah dilengkapi stasiun pengisian kendaraan listrik.

>>> Investor Asing Jual Bersih Rp 3,13 T, IHSG Menguat Tipis

Kondisi Mesin, Ban, dan Muatan

Kondisi mesin konvensional juga tidak boleh luput dari perhatian karena tetap berperan penting saat kapasitas baterai berkurang atau untuk perjalanan jarak jauh.

Jayan juga mengingatkan pemilik kendaraan untuk memeriksa kondisi ban, rem, dan kaki-kaki mobil sebelum berangkat, karena komponen ini krusial untuk stabilitas dan kenyamanan.

Kapasitas bagasi dan muatan kendaraan perlu diperhatikan karena beban berlebih dapat menurunkan efisiensi energi baterai maupun bahan bakar.

Mode Berkendara dan Ketersediaan Bahan Bakar

Pemilihan mode berkendara yang tepat dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat.

Mode hybrid cenderung lebih efisien untuk perjalanan jauh karena sistem akan mengatur penggunaan listrik dan bensin secara otomatis.

Meskipun mengandalkan kombinasi motor listrik dan mesin bensin, pengguna PHEV tetap perlu memastikan bahan bakar tersedia dalam jumlah cukup.

Keunggulan PHEV adalah tetap dapat digunakan seperti mobil konvensional saat baterai habis.

>>> Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Disarankan untuk tidak memacu kendaraan terlalu cepat dan agresif demi efisiensi dan keselamatan, mengingat PHEV memiliki karakter torsi instan seperti mobil listrik (BEV).

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru