⌂ Beranda News Dokter Kandungan Ingatkan Ibu Pascamelahirkan Hindari Diet Ekstrem

Dokter Kandungan Ingatkan Ibu Pascamelahirkan Hindari Diet Ekstrem

Dokter Kandungan Ingatkan Ibu Pascamelahirkan Hindari Diet Ekstrem
Ibu menyusui bayinya dengan bahagia
A A Ukuran Teks16px

Keinginan mengembalikan bentuk tubuh ideal setelah melahirkan kerap membuat ibu terburu-buru menjalani diet ketat. Namun, langkah ini sangat tidak disarankan bagi perempuan yang baru melewati persalinan.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi estetika Bamed, dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG, FAUCICOG, MM.

>>> Warga Ciseeng Gagalkan Aksi Tawuran, Amankan Dua Remaja

, MARS, mengingatkan bahwa ibu pascamelahirkan tidak dianjurkan melakukan diet ekstrem. Tubuh memerlukan fase adaptasi dan nutrisi cukup untuk mendukung menyusui.

Menurut dr. Yeni, kekhawatiran berat badan tidak kunjung normal sering muncul karena anggapan perubahan fisik semata-mata akibat lemak.

Padahal, pembengkakan pascapersalinan juga dipengaruhi hormon dan retensi cairan.

"Bagi ibu-ibu yang pada saat kehamilan dan melahirkan mengalami pembengkakan, itu terjadi tidak hanya karena penambahan lemak tapi juga karena hormon dan air," kata dr. Yeni dalam Seminar Media Bamed Healthcare di Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Tubuh memiliki sistem biologis alami untuk menyesuaikan diri secara bertahap setelah melahirkan. Durasi pemulihan bersifat personal, tergantung kondisi kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, dan fluktuasi hormon.

Asupan energi dan nutrisi yang cukup menjadi syarat mutlak bagi produksi ASI optimal. Dokter Yeni menegaskan bahwa prioritas utama pascamelahirkan adalah pemenuhan gizi, bukan penurunan berat badan instan.

"Ibu pasca melahirkan tidak dianjurkan untuk diet ekstrem, karena ada proses menyusui yang memerlukan asupan gizi yang cukup untuk si kecil," ujarnya.

>>> Desakan Evaluasi Lapangan Golf Senayan Menguat, Pemerintah Diminta Bertindak

Ia menambahkan, defisit nutrisi parah berisiko mengganggu produksi ASI dan meningkatkan kerentanan ibu terhadap perubahan suasana hati. "Nantinya ASI-nya bisa enggak keluar, nanti ibunya bisa cranky.

Sebab, ketika proses menyusui ada prolaktin yang tinggi, kemudian ditekan estrogennya dan bisa membuat kondisinya seperti mood swing," jelas dr. Yeni.

Metode Medis untuk Pembentukan Tubuh

Sebagian besar perubahan bentuk fisik pascapersalinan akan mereda sendiri seiring normalnya kadar hormon.

"Biasanya memang 3 bulan setelah melahirkan akan menyusut sendiri, seiring dengan normalnya kadar hormon yang ada di tubuh pasca melahirkan," katanya.

Jika pemulihan alami telah terlewati namun bentuk tubuh belum sesuai harapan, opsi prosedur estetika medis dapat dipertimbangkan.

Salah satunya adalah EMsculpt, teknologi noninvasif yang menggunakan energi elektromagnetik untuk memicu kontraksi otot maksimal.

Alat ini bekerja efektif menstimulasi pembentukan otot dan membantu mereduksi lemak di bagian tubuh tertentu. Tindakan ini aman setelah pemulihan pascapersalinan selesai dan kondisi ibu stabil.

>>> Harga Bitcoin Naik ke 63.317 Dollar AS pada 20 Juni 2026

"Metode ini sangat membantu untuk melanjutkan proses-proses pengurangan massa lemak dan air dalam tubuh," tutup dr. Yeni.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru