⌂ Beranda News Golkar dan PDIP Saling Kritik soal Kekuasaan dan Pemadaman Listrik

Golkar dan PDIP Saling Kritik soal Kekuasaan dan Pemadaman Listrik

Golkar dan PDIP Saling Kritik soal Kekuasaan dan Pemadaman Listrik
Ilustrasi debat politik antara Golkar dan PDIP
A A Ukuran Teks16px

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menanggapi sindiran Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus mengenai posisi partainya di pemerintahan dan isu pemadaman listrik.

Kritik berawal dari pernyataan PDIP yang menilai Golkar selalu bergantung pada kekuasaan. Sarmuji menjelaskan bahwa posisi Golkar di pemerintahan didasari kebutuhan pemenang pemilu.

>>> 6 Shio Diprediksi Raih Kesuksesan Besar di Akhir Tahun 2026

"Golkar kan pernah berada di luar. Tapi kekuasaan yang justru menarik ke dalam," ujar Sarmuji kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).

Ia menambahkan bahwa penarikan tersebut menunjukkan pengakuan atas kapasitas partai berlambang beringin. "Itu menunjukkan bahwa yang berkuasa pun membutuhkan Golkar untuk memperkuat pemerintahan," ucapnya.

Selain soal kekuasaan, pemadaman listrik di berbagai daerah juga menjadi perdebatan. Sarmuji menegaskan masalah kelistrikan tetap menjadi fokus ketua umumnya yang menjabat Menteri ESDM.

"Meskipun secara teknis itu wilayah PLN, kami tetap akan memperhatikan urusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Dan meskipun dirut PLN adalah mantan caleg PDIP," ujarnya.

Terkait sikap PDIP yang berada di luar pemerintahan, Golkar menyatakan menghormati keputusan tersebut. "Biarlah rakyat yang menilai.

>>> Harga Ethereum 20 Juni 2026 Turun ke 1.706 Dollar AS

Entah apa yang diseimbangkan. Kok jadi sensitif," ujar Sarmuji.

Sebelumnya, Deddy Sitorus menegur Golkar agar fokus pada masalah publik. "Baiknya Golkar urus pemadaman listrik di mana-mana, bukan malah ngurusi PDIP.

PDIP bukan Golkar yang kalah atau menang maunya ikut berkuasa," kata Deddy.

Deddy mengakui posisi di pemerintahan memberikan akses kekuasaan besar. Namun, ia menyayangkan komentar negatif terhadap pilihan politik PDIP.

>>> 6 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi Tahun 2026 Versi National University

"Kenapa justru nyinyir terhadap yang tidak mau masuk mendapatkan kemewahan kekuasaan?" ucapnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru