⌂ Beranda News Miguel Almiron Cetak Sejarah: Kartu Merah Perdana Akibat Menutup Mulut

Miguel Almiron Cetak Sejarah: Kartu Merah Perdana Akibat Menutup Mulut

Miguel Almiron Cetak Sejarah: Kartu Merah Perdana Akibat Menutup Mulut
Miguel Almiron menerima kartu merah karena menutup mulut
A A Ukuran Teks16px

Gelandang serang timnas Paraguay, Miguel Almiron, mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola sebagai pemain pertama yang menerima kartu merah akibat menutup mulut saat berhadapan dengan lawan.

Insiden tersebut terjadi pada pertandingan Grup D Piala Dunia 2026 antara Paraguay dan Turkiye di Stadion San Francisco Bay Area, Sabtu (20/6/2026).

>>> BP MPR RI Kaji Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila

Kartu merah diberikan setelah peninjauan VAR pada masa injury time babak pertama, saat Paraguay unggul melalui gol cepat Matias Galarza.

Almiron kedapatan menutup mulutnya dengan tangan saat menghampiri dan berbicara secara agresif kepada bek Turkiye, Mert Muldur. Tindakan itu kemudian dilaporkan ke asisten wasit.

Wasit utama Ivan Arcides Barton Cisneros langsung mengambil keputusan tegas setelah memeriksa monitor di pinggir lapangan atas instruksi VAR.

"Terima kasih, terima kasih saya akan mengusir nomor 10 (Almiron), oke," ujar wasit Cisneros kepada VAR.

Implementasi Perdana Regulasi Baru FIFA

Sanksi pengusiran ini merupakan implementasi perdana dari regulasi baru FIFA yang disahkan dalam rapat Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) di Vancouver, Kanada, pada April lalu.

Regulasi ini diterapkan menyusul kasus rasisme dan homofobia yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, saat berkonfrontasi dengan Vinicius Jr pada Februari sebelumnya.

Pengumuman hukuman kartu merah tersebut disampaikan secara langsung oleh perangkat pertandingan kepada seluruh penonton di dalam stadion.

>>> Jepang Targetkan Kemenangan atas Tunisia demi Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026

"Nomor 10, Paraguay, menutup mulutnya. Keputusan, kartu merah," tuturnya.

Aturan ini mendapat dukungan penuh dari otoritas tertinggi sepak bola demi memberikan efek jera terhadap tindakan provokasi tersembunyi di lapangan.

"Jika seorang pemain menutupi mulutnya dan mengatakan sesuatu, dan ini memiliki konsekuensi rasis, maka dia harus dikeluarkan, jelas," ujar Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Pihak federasi menilai tidak ada alasan bagi seorang pemain untuk menyembunyikan ucapannya jika tidak melanggar sportivitas.

"Harus ada anggapan bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak dikatakan, jika tidak, dia tidak perlu menutupi mulutnya," kata Infantino.

Tindakan tegas ini diharapkan mampu meminimalisir pelecehan verbal antarpemain dalam pertandingan sepak bola internasional ke depan.

>>> Ekuador vs Curacao: Perebutan Kemenangan Perdana di Grup E Piala Dunia 2026

"Jika tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan, Anda tidak akan menutupi mulut ketika mengatakan sesuatu. Itu saja, sesederhana itu," ucap Infantino.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru