Syngenta Indonesia meluncurkan produk perlindungan tanaman terbaru, Miravis Duo, di Kabupaten Jember pada Sabtu (20/6/2026). Langkah ini bertujuan membantu petani meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka.
Jember dipilih sebagai lokasi peluncuran karena merupakan salah satu sentra produksi padi terbesar di Jawa Timur dan kawasan Tapal Kuda.
>>> Mati Listrik Mengancam Charger Mobil Listrik, Begini Efeknya Menurut Ahli ITB
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per 2 Juni 2026, produksi beras di daerah itu mencapai 446.097 ton.
Teknologi Adepidyn untuk Perlindungan Optimal
National Sales Head Syngenta Indonesia, Fauzi Tubat, menjelaskan bahwa produk ini membawa teknologi Adepidyn.
Teknologi tersebut diklaim terserap ke jaringan tanaman dalam enam jam dan memberikan perlindungan hingga 14 hari.
Fauzi menekankan pentingnya peningkatan hasil panen bagi kesejahteraan petani. "Jika volume naik dan harga naik, maka pendapatan petani akan meningkat," ujarnya.
>>> Maroko Kalahkan Skotlandia 1-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember, Moh. Djamil, menyambut baik inovasi ini.
Ia berharap produk tersebut dapat memberikan dampak signifikan bagi petani di Jember.
Respons positif juga datang dari petani lokal yang telah mencoba Miravis Duo.
Irfan, petani padi asal Jember, mengaku gabah menjadi lebih sehat dan berkilau, daun bendera lebih hijau dan bersih, serta produksinya meningkat.
>>> Miguel Almiron Cetak Sejarah: Kartu Merah Perdana Akibat Menutup Mulut
Acara peluncuran dihadiri sekitar 500 petani dari berbagai kecamatan di Jember. Dalam kesempatan itu, Syngenta juga menyerahkan bantuan tas dan alat tulis kepada 20 anak petani berprestasi.