⌂ Beranda News PT Baramulti Suksessarana Tbk Pacu Pemulihan Kinerja Melalui Efisiensi

PT Baramulti Suksessarana Tbk Pacu Pemulihan Kinerja Melalui Efisiensi

PT Baramulti Suksessarana Tbk Pacu Pemulihan Kinerja Melalui Efisiensi
Ilustrasi PT Baramulti Suksessarana Tbk dan efisiensi operasional
A A Ukuran Teks16px

PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) memiliki peluang pemulihan kinerja yang terbuka lebar. Hal ini didorong oleh stabilisasi harga batubara global dan langkah efisiensi operasional yang dilakukan perusahaan.

Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menilai prospek positif emiten berkode saham BSSR tersebut ditopang oleh harga komoditas yang bertahan di atas US$ 65 per ton.

>>> Penurunan Harga Sulfur Global Jadi Katalis Positif Emiten Nikel HPAL

Permintaan pasar Asia yang kuat juga menjadi faktor pendukung.

"Kami melihat pemulihan kinerja BSSR berpotensi berlanjut didukung stabilisasi harga batubara, permintaan Asia yang masih solid, serta efisiensi operasional yang menjaga profitabilitas," ujar Sukarno Alatas.

Meskipun harga komoditas belum kembali ke masa puncaknya, struktur biaya operasional yang kompetitif membuat kinerja emiten ini tetap tangguh.

Langkah efisiensi juga memberikan fleksibilitas operasional dan peluang penambahan sumber daya baru.

Dampak Regulasi dan Belanja Modal

Dari sisi regulasi, kebijakan ekspor satu pintu dipandang akan membawa dampak positif. Kebijakan ini dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi tata niaga ekspor dalam jangka panjang.

Namun, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, mengingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi menambah friksi administratif. Risiko keterlambatan volume penjualan pada semester II juga perlu diwaspadai.

>>> Harga Buyback Emas Antam, Galeri 24, dan UBS Turun 20 Juni 2026

BSSR telah merealisasikan belanja modal sebesar US$ 26,3 juta untuk akuisisi lahan dan pengembangan eksplorasi melalui anak usahanya, PT Antang Gunung Meratus (AGM).

Langkah ini diharapkan dapat memperpanjang masa tambang AGM.

"Pemulihan bisa berlanjut jika harga batubara masih bertahan di atas US$ 65 per ton.

Efisiensi menjadi buffer tambahan, namun penurunan permintaan dari China dan India tetap menjadi risiko utama," jelas Muhammad Wafi.

Menurut Wafi, dampak realisasi belanja modal terhadap penambahan basis cadangan masih membutuhkan pembuktian. Hasil eksplorasi perlu terkonfirmasi sebelum tercermin dalam valuasi.

Keberadaan AGM dinilai sebagai instrumen jangka panjang yang menarik. Namun, kontribusinya terhadap produksi dan kinerja diperkirakan baru terlihat dalam horison 3 hingga 5 tahun ke depan.

>>> PDIP Tegaskan Posisi Penyeimbang Bukan Sikap Abu-Abu

Untuk rekomendasi investasi, saham BSSR saat ini diberikan rating trading buy. Target harga saham diproyeksikan berada pada rentang Rp 4.900 hingga Rp 5.000 per saham.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru