Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) resmi mengucurkan komitmen pendanaan sebesar US$17 miliar atau sekitar Rp303,04 triliun kepada pemerintah Indonesia pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Komitmen investasi ini diraih oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam pertemuan bilateral di Beijing, China, guna mendanai proyek pembangunan nasional.
>>> Jadwal Bioskop XXI Malang Berubah Akhir Pekan Ini
Dukungan Jangka Menengah
Dana bernilai ratusan triliun rupiah tersebut ditargetkan untuk menyokong berbagai program pembangunan strategis di dalam negeri dalam jangka menengah.
Keberhasilan pengamanan dana ini diklaim menjadi cerminan tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap kondisi stabilitas fiskal Indonesia.
Alokasi anggaran dari lembaga pembiayaan multilateral ini dijadwalkan bakal mengalir secara bertahap dalam jangka waktu lima tahun.
Pendanaan tersebut diproyeksikan untuk menopang agenda pembangunan strategis nasional yang berlangsung sepanjang periode tahun 2025 sampai 2029.
Melalui unggahan di media sosial, disebutkan bahwa komitmen pendanaan dari AIIB ini akan mendukung berbagai proyek pembangunan nasional selama periode 2025-2029.
>>> Spanyol Incar Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026 Lawan Arab Saudi
Perluasan Operasional AIIB di Indonesia
Selain menyepakati kucuran dana pembangunan, pertemuan bilateral di Beijing tersebut juga membuahkan kesepakatan mengenai rencana perluasan operasional AIIB di dalam negeri.
Lembaga keuangan regional ini memberikan sinyal kuat untuk memperluas jangkauan kerja samanya di Indonesia.
Rencana ekspansi tersebut bakal diwujudkan lewat pendirian kantor perwakilan resmi AIIB yang berkedudukan di Jakarta.
Langkah ini diambil demi mempermudah jalur komunikasi serta memperlancar proses eksekusi seluruh program yang didanai.
>>> Bus Terbakar di Tol Jagorawi Akibat Korsleting Listrik, Tak Ada Korban Jiwa
AIIB menyampaikan minat untuk membuka kantor perwakilan di Jakarta guna memperkuat kerja sama dan meningkatkan efektivitas koordinasi pelaksanaan proyek-proyek yang didukung oleh lembaga tersebut.