⌂ Beranda News Filosofi Mendalam Ondel-Ondel Khas Betawi: Penjaga Lingkungan dan Simbol Harapan

Filosofi Mendalam Ondel-Ondel Khas Betawi: Penjaga Lingkungan dan Simbol Harapan

Filosofi Mendalam Ondel-Ondel Khas Betawi: Penjaga Lingkungan dan Simbol Harapan
Boneka raksasa ondel-ondel khas Betawi
A A Ukuran Teks16px

Ondel-ondel, boneka raksasa yang akrab di masyarakat Betawi, ternyata menyimpan makna filosofis yang mendalam.

Di balik wujudnya yang besar, kesenian tradisional ini dulunya dibuat sebagai penanda dan simbol penjaga lingkungan.

>>> Andre Rosiade Dorong Percepatan Pembangunan Pekanbaru Lewat Sinergi BUMN dan KPBU

Masyarakat Betawi percaya bahwa ondel-ondel memiliki kekuatan untuk menangkal gangguan spiritual dan melindungi warga dari segala marabahaya.

Kesenian ini selalu ditampilkan berpasangan, dengan figur laki-laki berwajah merah melambangkan keberanian dan kekuatan, serta figur perempuan berwajah putih melambangkan kesucian dan kebaikan.

Hiasan berwarna-warni di atas kepala boneka, yang dikenal sebagai kembang kelapa, merepresentasikan harapan, kesejahteraan, dan simbol kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

Pada masa lalu, ondel-ondel memiliki raut wajah yang cenderung menyeramkan dan dilengkapi taring.

Namun, seiring waktu, rupanya dimodifikasi menjadi lebih bersahabat tanpa mengubah esensi dan maknanya sebagai simbol perlindungan.

>>> Elite Politik Israel Terkejut dengan Kritikan Tajam Wapres AS JD Vance

Proses Pembuatan dan Musik Pengiring Ondel-Ondel

Struktur dalam ondel-ondel dirancang dari anyaman bambu agar ringan dipikul pemain. Bagian kepala menyerupai topeng, sementara rambutnya terbuat dari ijuk yang dibalut kertas warna-warni.

Proses pembuatan tradisional melibatkan sesajen seperti bubur merah-putih, rujak tujuh rupa, aneka bunga, dan ritual pembakaran kemenyan.

Setelah jadi, boneka kembali diberi sesajen dan dibakari kemenyan sembari dibacakan mantra khusus.

Pementasan ondel-ondel selalu diiringi musik khas Betawi seperti kendang, kentongan, rebana, gong, biola Betawi, hingga atraksi pencak silat.

>>> Aldi Satya Mahendra Ungkap Perbedaan Kepuasan Raih Podium WorldSSP 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini melarang penggunaan ondel-ondel untuk mengemis di jalanan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Betawi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru