⌂ Beranda News Elite Politik Israel Terkejut dengan Kritikan Tajam Wapres AS JD Vance

Elite Politik Israel Terkejut dengan Kritikan Tajam Wapres AS JD Vance

Elite Politik Israel Terkejut dengan Kritikan Tajam Wapres AS JD Vance
Wakil Presiden AS JD Vance memberikan pernyataan pers
A A Ukuran Teks16px

Kalangan elite politik Israel dilaporkan terkejut dengan kritikan tajam yang dilontarkan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance.

Kritikan tersebut ditujukan kepada para menteri dalam pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

>>> Aldi Satya Mahendra Ungkap Perbedaan Kepuasan Raih Podium WorldSSP 2026

Para pejabat Israel tersebut sebelumnya menolak dan mengkritik kesepakatan damai antara AS dan Iran. Akibatnya, pemerintah Israel dilaporkan menahan diri untuk tidak menanggapi langsung kritikan Vance.

Langkah ini diambil untuk menghindari pendalaman keretakan hubungan antara Tel Aviv dan Washington yang telah terjadi beberapa waktu terakhir.

Laporan surat kabar lokal Israel, Yedioth Ahronoth, mengutip sumber yang mengetahui informasi di Tel Aviv, menyatakan bahwa kalangan politik di Israel merasa "terkejut" atas pernyataan Vance.

Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa pemerintah Israel memilih untuk tidak menanggapi secara publik komentar Vance. Keputusan ini diambil karena kekhawatiran akan memperdalam perselisihan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Ketegangan tersebut meningkat terkait perjanjian AS-Iran dan perkembangan isu Lebanon. Kritikan Vance ditafsirkan sebagai isyarat kemungkinan peninjauan kembali tingkat dukungan militer AS untuk Israel.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan elite politik Israel, terutama jika kritikan publik terhadap kebijakan pemerintahan Trump terus berlanjut.

Vance menyampaikan kritikan tajamnya saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih.

Vance secara terang-terangan mengecam keras pejabat Israel yang mengkritik nota kesepahaman (MoU) soal kesepakatan damai AS-Iran.

>>> Maskapai Penerbangan Teluk Pulih 82% Pasca Konflik AS-Israel dan Iran

Ia memperingatkan Tel Aviv bahwa Washington adalah "satu-satunya sekutu kuat" mereka yang tersisa di dunia.

Ia juga menekankan bahwa persenjataan Israel dibayar oleh uang pajak AS.

Vance menyatakan, "Jika saya berada dalam kabinet pemerintahan Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang saya miliki di seluruh dunia."

Vance menambahkan bahwa beberapa anggota pemerintah Israel "secara pribadi menyerang Presiden Amerika Serikat".

Ia mengungkit bantuan militer besar-besaran AS kepada Israel, menyatakan bahwa dua pertiga senjata pertahanan Israel dibangun oleh tangan Amerika dan dibayar dengan uang pajak Amerika.

Menurut Vance, masalah bagi Israel bukanlah Donald J. Trump.

Ia menyarankan siapa pun di Israel yang berpikir masalah terbesar mereka adalah Presiden AS perlu menyadari kenyataan situasi yang dihadapi negara tersebut.

Sebelumnya, Ben-Gvir menyatakan bahwa perjanjian AS-Iran tidak mengikat Israel dan menegaskan bahwa "Israel tidak tunduk kepada Amerika Serikat".

>>> MSCI Soroti Hambatan Struktural Pasar Modal Indonesia, Penilaian Information Flow Menurun

Sementara itu, Smotrich mengecam MoU tersebut sebagai kesepakatan yang "buruk bagi Israel dan bagi seluruh dunia bebas."

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru