⌂ Beranda News Harga Beras Non-Premium di Jepang Turun untuk Pertama Kali dalam 3,5 Tahun

Harga Beras Non-Premium di Jepang Turun untuk Pertama Kali dalam 3,5 Tahun

Harga Beras Non-Premium di Jepang Turun untuk Pertama Kali dalam 3,5 Tahun
Tumpukan karung beras di pasar Jepang
A A Ukuran Teks16px

Harga beras non-premium di Jepang tercatat turun sebesar 5,4 persen pada Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini merupakan yang pertama kali terjadi setelah harga pangan pokok tersebut mengalami lonjakan selama 3,5 tahun terakhir.

>>> Pemprov Jabar Perluas BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal

Kebijakan penurunan harga ini diambil oleh pemerintah Jepang di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi sebagai respons terhadap tekanan publik akibat kenaikan harga pangan yang signifikan.

Pemerintah melakukan intervensi dengan melepas cadangan beras darurat milik negara ke pasar.

Langkah ini diambil setelah harga beras melonjak tajam sepanjang tahun 2024 dan 2025, yang disebabkan oleh gangguan pasokan.

Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Jepang mengonfirmasi bahwa penurunan harga ini tidak berlaku untuk varietas premium seperti koshihikari.

Momentum penurunan ini tercatat sebagai yang pertama sejak November 2022.

>>> Laba Bersih GEMS Anjlok 29,45% di Kuartal I 2026

Masyarakat Tokyo mulai merasakan dampak perubahan harga beras di pasar lokal.

Seorang warga bernama Jun Hongo menyebutkan bahwa beras kemasan 10 kilogram kini dijual di kisaran 4.000 yen, namun ia menilai harga tersebut masih tergolong mahal dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Faktor Penyebab Lonjakan dan Penurunan Harga Beras

Para ahli mengidentifikasi bahwa kelangkaan beras sebelumnya dipicu oleh cuaca panas ekstrem dan kering pada tahun 2023 yang merusak hasil panen.

Situasi ini diperparah oleh aksi penimbunan oleh pedagang serta fenomena panic buying setelah adanya peringatan potensi gempa besar pada tahun 2024.

>>> Tiket Konser Hari Ketiga BTS di Jakarta Ludes dalam 10 Menit

Faktor eksternal seperti kenaikan harga pangan impor turut mengalihkan permintaan ke beras lokal. Selain itu, lonjakan konsumsi juga dipengaruhi oleh rekor jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru