"Pada dasarnya, pemerintah sudah merespons, cuma tidak, tidak tahu saya, siapa yang mengomunikasikan ini ke publik. Pembacaan saya seperti itu," kata Said.
Massa aksi dari gabungan berbagai kampus sebelumnya sempat tertahan aparat keamanan di Jakarta Pusat. Mereka menuntut penurunan harga BBM hingga pembatalan program Makan Bergizi Gratis.
Said memperingatkan agar petinggi negara tidak bersikap resisten dan bersedia menerima kritik.
"Kalau PDI-P mengimbau sebagaimana yang saya sampaikan, lebih arif, lebih bijak, pemerintah terbuka saja terhadap kritik itu. Dan penting bagi pemerintah menjadi pendengar yang baik," ujarnya.
Ia mendesak agar seluruh aspirasi mahasiswa diserap secara nyata untuk diaktualisasikan ke dalam regulasi.
"Kemudian diserap apa yang dimau oleh adik-adik mahasiswa, kemudian diaktualisasi dalam berbagai kebijakan pemerintah," desak Said.
Secara khusus, Said menyoroti kelemahan pedoman regulasi pada Badan Gizi Nasional (BGN) yang tengah menjadi sorotan publik.
"Bahwa kebijakan ada yang kurang, ada kekurangan kebijakan, seperti yang saya sampaikan, tata kelola BGN, yang sekarang menjadi fakta," ucapnya.
>>> Ahmad Ali Klaim Belasan Anggota DPR RI Siap Gabung PSI
Menanggapi situasi tersebut, Badan Gizi Nasional dilaporkan sedang melakukan konsolidasi serta pemetaan ulang terhadap pagu anggaran internal mereka.