Wuling Eksion PHEV hadir sebagai SUV 7-seater dengan teknologi elektrifikasi yang diklaim efisien untuk perjalanan jarak jauh.
Kendaraan ini menggabungkan mesin bensin dan baterai untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar.
>>> Tiga Pilot Paralayang Indonesia Sukses Ekspedisi Hike and Fly di Gunung Kerinci
Dalam pengujian media, mobil ini mencatat konsumsi bahan bakar mencapai 24 kilometer per liter. Pengujian dilakukan pada rute sepanjang 627 km dari Jakarta Selatan menuju Kulon Progo.
Efisiensi tersebut didukung oleh mode EV Max yang memungkinkan mobil melaju dalam mode elektrik murni. Pabrikan mengklaim mode ini mampu menempuh jarak hingga 125 km tanpa menggunakan bensin.
Biaya Tol Jakarta-Yogyakarta
Perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta melalui Tol Trans-Jawa sepanjang sekitar 560 km memerlukan persiapan biaya tol.
Untuk Golongan I, total tarif tol berkisar antara Rp 575.000 hingga Rp 600.000.
Rincian tarif meliputi Tol Jakarta-Cikampek Rp 27.000, Tol Cikopo-Palimanan Rp 132.000, dan Tol Palimanan-Kanci Rp 13.500.
Selanjutnya, Tol Kanci-Pejagan Rp 31.500, Tol Pejagan-Pemalang Rp 66.000, serta Tol Pemalang-Batang Rp 53.000.
>>> Saham SpaceX Anjlok 20 Persen Setelah Sempat Melonjak Usai IPO
Perjalanan berlanjut melalui Tol Batang-Semarang Rp 111.500, Tol Semarang ABC Rp 5.500, Tol Semarang-Solo Rp 92.000, dan berakhir di Tol Solo-Yogyakarta Rp 42.500.
Kapasitas Tangki dan Biaya BBM
Wuling Eksion PHEV memiliki tangki bahan bakar berkapasitas 52 liter.
Jika diisi penuh dengan Pertamax seharga Rp 16.250 per liter, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 845.000.
Sementara itu, penggunaan Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter memerlukan dana Rp 1.079.000.
Menariknya, setelah menempuh rute 627 km, indikator MID masih menunjukkan sisa jarak tempuh 534 km.
Hal ini berkat kombinasi sistem hybrid dan mode EV yang memungkinkan pemilik tidak perlu mengisi bahan bakar ulang untuk perjalanan pulang.
>>> Polisi Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi yang Sekap Karyawan
Namun, performa konsumsi bahan bakar ini tidak mutlak karena dipengaruhi faktor eksternal. Kondisi mesin, gaya berkendara, bobot muatan, dan situasi lalu lintas dapat memengaruhi efisiensi kendaraan.