⌂ Beranda News Hakim Nyatakan Panduan Penempatan Narapidana Transgender Skotlandia Ilegal

Hakim Nyatakan Panduan Penempatan Narapidana Transgender Skotlandia Ilegal

Hakim Nyatakan Panduan Penempatan Narapidana Transgender Skotlandia Ilegal
Hakim Lady Ross di pengadilan Skotlandia
A A Ukuran Teks16px

Hakim Lady Ross memutuskan bahwa panduan penjara Skotlandia yang mengizinkan sebagian narapidana transgender ditempatkan di lembaga pemasyarakatan sesuai identitas gender mereka adalah ilegal.

Keputusan yang dijatuhkan pada Jumat, 19 Juni 2026, menetapkan bahwa segregasi seks di penjara harus didasarkan pada jenis kelamin biologis.

>>> Pemerintah Perluas Batas Penghasilan Penerima Rumah Subsidi hingga Rp14 Juta

Putusan ini merupakan hasil peninjauan yudisial yang diajukan oleh kelompok kampanye For Women Scotland terhadap panduan Pemerintah Skotlandia.

Pengadilan menolak argumen pengacara pemerintah yang menyatakan pembatasan tersebut akan melanggar hak asasi manusia narapidana transgender.

Hakim menyatakan panduan dari Layanan Penjara Skotlandia (SPS) bertentangan dengan persyaratan pemisahan akomodasi pria dan wanita.

"In all the circumstances, the prisons guidance is unlawful," kata Hakim Lady Ross.

Ia menambahkan bahwa Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia (ECHR) tidak otomatis memberikan hak bagi narapidana trans untuk ditempatkan di penjara lawan jenis biologisnya.

Namun, Lady Ross mengakui kondisi pengecualian seperti risiko bunuh diri dapat dipertimbangkan berdasarkan Pasal 2 ECHR untuk melindungi nyawa.

"There is no positive obligation, in general terms, based on Article 2 or Article 3, to accommodate a trans prisoner in a prison for the opposite biological sex," ujar Hakim Lady Ross.

Tanggapan Kelompok For Women Scotland

Kelompok For Women Scotland menyambut baik keputusan ini setelah sebelumnya memenangkan banding di Mahkamah Agung terkait definisi perempuan dalam Undang-Undang Kesetaraan.

"We hope that, in future, the Scottish government will start to listen to us rather than the lobby groups who drafted these policies and have so egregiously misled MSPs and MPs," kata Susan Smith, direktur bersama For Women Scotland.

>>> Hutama Karya Masuk Fortune Southeast Asia 500 Edisi 2026, Peringkat ke-206

Ia menyesalkan keharusan menempuh jalur hukum demi membela hak-hak perempuan.

Melalui media sosial, kelompok tersebut menegaskan dampak kemenangan ini bagi tahanan perempuan yang rentan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru