Sejumlah pekerja seni terpaksa mengosongkan peralatan musik mereka dari kawasan bekas Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/6/2026).
Langkah ini diambil setelah adanya proses inventarisasi dan relokasi barang oleh tim hukum Kementerian Sekretariat Negara serta aparat gabungan TNI dan Polri.
>>> Ekuador Incar Kemenangan Perdana Lawan Curacao di Piala Dunia 2026
Pengosongan tempat tersebut merupakan tindak lanjut dari amar putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Petugas dari Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) bersama kuasa hukum dari Assegaf Hamzah and Partners mendata seluruh aset yang ada di dalam bangunan.
Salah satu musisi terdampak, Bimo, mengungkapkan bahwa pemindahan instrumen bas betot miliknya dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan resmi sebelumnya.
Pemain kontrabas yang biasa menghibur pengunjung hotel tersebut mengaku terkejut saat mendengar kabar eksekusi lahan pada hari sebelumnya.
"Kami juga kaget sih sebenarnya pas kemarin kami dengar ada eksekusi. Waduh, gimana nih alat-alat kami nih.
Akhirnya, kemarin kami kemari sudah ngomong juga sama pengelola GBK. Kemarin, enggak bisa keluar barang.
Nah, hari ini saya balik lagi sama teman saya, alhamdulillah bisa kami bawa barangnya," jelas Bimo, Jumat (19/6/2026), dilansir dari tirto.
id.
>>> Polresta Banda Aceh Gelar Rekonstruksi 62 Adegan Penganiayaan Balita di Daycare
Bimo menceritakan bahwa dirinya sudah lama menggantungkan mata pencaharian di tempat tersebut, bahkan sejak akomodasi itu masih menggunakan nama lama komersialnya.
"Kami main di sini sejak masih namanya Hotel Hilton," katanya.
Selama berkarier di panggung hotel tersebut, grup musiknya telah menghibur berbagai tokoh penting dan pejabat negara.
Beberapa nama yang diingatnya antara lain Ketua Umum GRIB Hercules, serta anggota Komisi VIII DPR RI yang juga vokalis band Ungu, Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha Ungu.
"Ada beberapa bupati juga yang saya lupa bupati dari mana, tapi mereka respek sama musik kami," ujarnya.
Saat ini, seluruh peralatan musik dipindahkan ke markas utama kelompok musik mereka yang berlokasi di daerah Joglo, Jakarta Barat.
Terkait kelanjutan karier dan sumber pendapatan ke depan, Bimo menyatakan pasrah terhadap situasi yang dihadapi.
"Kami jalanin saja sesuai dengan seperti aliran air saja, mengalir saja. Karena, kami yakin rezeki itu sudah ada yang ngatur.
>>> Pemda Alokasikan Anggaran Miliaran untuk Gaji PPPK Paruh Waktu
Enggak di sini mungkin nanti di tempat lain," terangnya.