Timnas Iran merasa dirugikan oleh berbagai regulasi yang dinilai menyulitkan ruang gerak mereka selama putaran final Piala Dunia 2026.
Skuad asuhan Amir Ghalenoei ini mengaku mendapat perlakuan tidak adil dibandingkan kontestan lainnya.
>>> MotoGP Mandalika 2025 Sumbang Dampak Ekonomi Rp4,96 Triliun
Kekesalan itu mencuat setelah laga perdana melawan Selandia Baru. Mehdi Taremi dan rekan-rekannya langsung diminta meninggalkan wilayah Amerika Serikat untuk kembali ke markas sementara di Meksiko.
Kondisi ini membuat Timnas Iran kelelahan fisik. Alih-alih mendapat waktu pemulihan, mereka dipaksa terbang kembali ke Meksiko.
Pelatih Amir Ghalenoei bahkan menyebut anak asuhnya sebagai tim yang paling menderita di turnamen ini.
Sebelumnya, Iran juga mengalami kendala pengurusan visa. Beberapa anggota tim ditolak masuk ke Amerika Serikat dan gagal mendampingi skuad.
Federasi Sepakbola Iran (FFIRI) akhirnya melayangkan keluhan resmi.
Mereka merasa diperlakukan berbeda dari 47 negara peserta lainnya dan mengancam akan melaporkan perlakuan diskriminatif ini kepada FIFA.
Pemerintah Amerika Serikat merespons gejolak tersebut. Utusan khusus Donald Trump untuk Piala Dunia 2026, Andrew Giuliani, menegaskan kesiapan membuka ruang dialog.
"Semuanya bersifat dinamis, hal-hal ini bisa dibahas, dan kami tentu ingin menciptakan persaingan yang adil di lapangan.
Itulah sebabnya setiap pelatih di tim sudah memiliki visa dan berkesempatan untuk datang," kata Giuliani kepada Telegraph Sport.
"Presiden (Donald Trump) ingin memastikan turnamen ini mencapai keseimbangan kompetitif, sekaligus memastikan bahwa pihak-pihak yang bermasalah tidak masuk ke negara ini.
Kami telah melakukannya, dengan sisa waktu satu bulan lagi," terangnya.
Aturan Kedatangan Menjelang Laga Kedua
Menjelang pertandingan kedua melawan Belgia, internal Timnas Iran kembali bergejolak karena dilarang tiba dua hari sebelum pertandingan di Los Angeles.
>>> Casemiro Segera Gabung Inter Miami dengan Status Bebas Transfer
Giuliani menekankan bahwa aturan itu merupakan kesepakatan lama yang sudah disetujui pihak Iran sebelum turnamen dimulai. Namun, ia membuka kemungkinan negosiasi ulang untuk laga ketiga.
