⌂ Beranda News Menteri ESDM Bahlil Desak PLN Atasi Pemadaman Listrik Bergilir

Menteri ESDM Bahlil Desak PLN Atasi Pemadaman Listrik Bergilir

Menteri ESDM Bahlil Desak PLN Atasi Pemadaman Listrik Bergilir
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers
A A Ukuran Teks16px

"Total kebutuhan batubara PLN itu 154 juta.

Dirjen Minerba sudah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batubara nasional itu sebesar 180 sampai 190 juta yang sudah dikontrakan 134 juta ton, artinya tinggal sekitar 18 juta kan?

>>> Francesco Bagnaia Juara Sprint Race MotoGP Ceko 2026

Dimananya ada kekurangan. Teknisnya, untuk sampai di power plant-nya itu bukan tugas Dirjen Minerba.

Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN," tandas Bahlil.

PLNU Minta Maaf dan Percepat Pasokan Batubara

Menanggapi situasi tersebut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengonfirmasi pihaknya tengah mengamankan pasokan batubara jenis kalori menengah (medium range coal).

Upaya ini dilakukan melalui koordinasi ketat bersama Kementerian ESDM guna menormalkan kembali sistem pembangkitan tenaga listrik.

"Kami atas nama PT PLN (Persero) ingin mohon maaf karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir.

Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini," ungkap Darmawan melalui video yang dirilis oleh PLN pada Sabtu (20/6/2026).

Proses penandatanganan kontrak baru dengan para produsen batubara mitra kini sedang dipercepat oleh manajemen. PLN mengapresiasi kerja sama para pemasok yang bergerak cepat merealisasikan komitmen penugasan dari pemerintah.

"Kami mengapresiasi kepada para pemasok batubara yang sudah mendapatkan penugasan dari Pemerintah dan juga sudah menandatangani kontrak dengan PT PLN dan juga pembangkit milik mitra kami," imbuh Darmawan.

Darmawan menambahkan, berkat koordinasi cepat dengan Ditjen Minerba, pasokan bahan bakar mulai terdistribusi ke berbagai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Pasokan dikirimkan baik ke fasilitas operasional milik PLN maupun proyek milik swasta.

"Saat ini, proses penyaluran medium range coal mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik mitra kami atau PLTU Independent Power Producer (IPP)," ungkap Darmawan.

Untuk wilayah barat, sebaran pasokan menyasar PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, serta PLTU Jawa 9 dan 10, termasuk PLTU Indramayu.

Wilayah timur mencakup PLTU Paiton 1, 2, dan 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, hingga PLTU Tanjung Awar-awar.

Di luar masalah logistik bahan bakar, kendala operasional eksternal juga terdeteksi pada dua fasilitas pembangkit listrik berskala besar di sistem interkoneksi Jawa.

Dua PLTU yang dikelola oleh Independent Power Producer (IPP) swasta tersebut mengalami gangguan teknis mendadak sehingga sempat keluar dari jaringan.

>>> Francesco Bagnaia Juarai Sprint MotoGP Ceko 2026 di Brno

"Untuk itu kami mengerahkan tim PLN bersama-sama dengan tim mitra kami agar perbaikan dua PLTU besar ini bisa berjalan dengan cepat dan berjalan lancar sehingga bisa pulih dan kembali memasok listrik di sistem kelistrikan di Pulau Jawa," tandas Darmawan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru