"Kami tidak pernah meminta AS untuk berperang bersama kami melawan Hizbullah di Lebanon, melawan elemen jihadis di Suriah, atau melawan Hamas di Gaza.
Kami melakukannya sendiri," ujarnya.
Pihaknya hanya mengharapkan dukungan politik di kancah internasional, bukan kehadiran pasukan fisik.
"Kami mengharapkan AS akan mendukung hak kami dan memberikan kami payung diplomatik, bukan payung militer," kata Katz.
Katz memastikan bahwa pasukan militer tidak akan mundur dari wilayah-wilayah strategis yang kini dikuasai.
"Di Lebanon, di Suriah, dan di Gaza, kami tidak akan pindah dari zona keamanan," tegasnya.
Penolakan keras dari Tel Aviv ini memicu respons kemarahan dari Wakil Presiden AS JD Vance.
Vance memperingatkan kabinet Netanyahu bahwa Washington merupakan satu-satunya sekutu strategis terkuat yang mereka miliki saat ini.
>>> Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Akibat Pelanggaran Gencatan Senjata
"Jika saya berada dalam kabinet pemerintahan Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang saya miliki di seluruh dunia," kata Vance.