⌂ Beranda News Trump Klaim Militer Iran Lumpuh Akibat Perang, Bantah Kritik Demokrat

Trump Klaim Militer Iran Lumpuh Akibat Perang, Bantah Kritik Demokrat

Trump Klaim Militer Iran Lumpuh Akibat Perang, Bantah Kritik Demokrat
Gedung Senat AS
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa kemampuan militer Iran saat ini telah mengalami penurunan drastis akibat konflik bersenjata.

Pernyataan itu sekaligus membantah kritik dari Partai Demokrat mengenai kebijakan luar negerinya.

>>> AMMSI Dukung Penghentian Distribusi Makan Bergizi Gratis Saat Libur Sekolah

Klaim tersebut disampaikan Trump melalui saluran komunikasi digital pribadinya, Truth Social, pada Sabtu (20/6/2026).

"Perang telah melemahkan Iran!" tulis Trump, seperti dilansir Anadolu Agency.

Ia merinci aspek militer lawan yang dianggapnya sudah lumpuh total.

"Iran tidak lagi memiliki Angkatan Udara, Angkatan Laut, perlengkapan antipesawat, radar, atau hampir semua hal lainnya," klaim Trump.

Pernyataan ini juga ditujukan untuk menyanggah pernyataan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang menuduh Washington berada dalam posisi terdesak demi mengamankan kesepakatan damai.

"Kita tidak bertemu karena putus asa, Iran yang putus asa. Mereka SUDAH SELESAI!"

tegas Trump.

>>> Ai Ogura Rebut Pole Position di MotoGP Ceko 2026

Ia menambahkan bahwa negosiasi akan berlanjut selama 60 hari dan Iran tidak akan mendapatkan uang sepeser pun.

Trump juga menyerang balik oposisi domestik yang menilai posisi Teheran justru semakin menguat.

"Namun Partai Demokrat mengatakan bahwa Iran sekarang lebih baik daripada empat bulan lalu. Betapa bodohnya beberapa orang???"

ucap Trump.

Sebelum ketegangan ini memuncak, kedua belah pihak telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) elektronik pada Rabu (17/6) malam untuk mengakhiri perang antara AS, Israel, dan Iran.

MoU tersebut ditandatangani jarak jauh oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Melalui kesepakatan awal itu, Washington dan Teheran dijadwalkan melangsungkan negosiasi lanjutan selama 60 hari untuk merumuskan perjanjian final terkait program nuklir dan sanksi internasional.

>>> Bernardo Tavares Yakin Ramadhan Sananta Bersinar di Persebaya

Implementasi awal MoU mewajibkan Iran membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, sementara AS mencabut blokade angkatan lautnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru