Presiden Amerika Serikat Donald Trump meresmikan pesawat kepresidenan Air Force One baru di Pangkalan Gabungan Andrews pada Jumat (19/6/2026).
Pesawat berjenis Boeing 747-8 itu merupakan hadiah dari pemerintah Qatar dengan nilai mencapai ratusan juta dolar AS.
>>> IONext.ai Luncurkan IONA dan Orbit untuk Integrasi AI Skala Besar
Armada baru ini dijuluki "Gedung Putih terbang" dan memenuhi keinginan Trump sejak masa jabatan pertamanya untuk menggantikan pesawat lama yang beroperasi sejak era 1990-an.
Namun, penerimaan pesawat mewah ini memicu kekhawatiran terkait masalah etis, konstitusional, hingga keamanan.
Menanggapi kritik, Trump menyatakan bahwa menolak hadiah itu adalah tindakan bodoh dan berencana menyumbangkannya ke perpustakaan kepresidenan di masa depan.
"Ini dianggap sebagai pesawat paling mewah di dunia," kata Trump dalam pidato resminya.
Ia memuji kemewahan hasil modifikasi pesawat tersebut di hadapan para hadirin hanggar pangkalan udara.
"Dengan pengabdian luar biasa dari Anda semua, pesawat ini diubah menjadi Gedung Putih terbang dengan tingkat kemewahan yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya," ucap Trump.
>>> Fitur Anti Theft Alva Cervo Berhasil Lacak Motor Curian di Jakarta
Ia juga mengagumi kualitas pengerjaan, material, serta spesifikasi teknis Boeing terbaru ini.
Trump menyampaikan apresiasi khusus kepada pemimpin negara pemberi hadiah, Emir Qatar.
Fasilitas interior pesawat dilaporkan memiliki kursi berlapis kulit, karpet mewah, panel kayu, serta dinding berwarna krem dan cokelat muda dengan nuansa emas.
Trump menegaskan keunggulan performa armada ini yang mampu terbang lebih jauh dan lebih cepat daripada generasi Air Force One sebelumnya.
Otoritas Gedung Putih telah melepas salah satu dari dua pesawat Boeing 747 lama pada Kamis (18/6/2026).
>>> Jepang Naikkan Biaya Visa Turis Asing Lima Kali Lipat Mulai Juli 2026
Pesawat baru ini dijadwalkan diikutsertakan dalam penerbangan penghormatan saat perayaan 250 tahun Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli mendatang.