⌂ Beranda News Kenaikan Pasar Saham AS Diprediksi Tak Lagi Bergantung pada Saham AI

Kenaikan Pasar Saham AS Diprediksi Tak Lagi Bergantung pada Saham AI

Kenaikan Pasar Saham AS Diprediksi Tak Lagi Bergantung pada Saham AI
Gedung New York Stock Exchange di Wall Street
A A Ukuran Teks16px

Di sisi lain, indikator pasar tenaga kerja menunjukkan kondisi yang mulai membaik tanpa menimbulkan tekanan berlebihan.

Perlambatan inflasi sektor perumahan juga dinilai dapat membantu meredam kenaikan inflasi barang.

>>> Pertamina Hulu Rokan Buka Beasiswa dan Magang Kerja 2026

Peran The Fed Tetap Krusial

Menurut Peccatiello, keberhasilan skenario tersebut tidak bergantung pada pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Yang lebih penting adalah bank sentral tidak memberikan kejutan yang lebih agresif dari ekspektasi pasar.

Pertemuan pertama The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh menjadi ujian bagi asumsi tersebut.

Meski suku bunga tetap dipertahankan, pernyataan resmi yang lebih singkat dan berkurangnya panduan mengenai arah kebijakan ke depan membuat pasar memperoleh kepastian yang lebih terbatas.

Karena itu, rotasi sektor yang terjadi belakangan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor.

Kepemimpinan Pasar Mulai Bergeser

Pada Juni 2026, sektor-sektor yang memimpin penguatan pasar bukan lagi kelompok saham AI yang mendominasi dalam beberapa tahun terakhir.

Sektor jasa keuangan, industri, dan material menjadi kelompok yang menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan sektor lain.

Sebaliknya, sektor teknologi yang didominasi perusahaan kapitalisasi besar, layanan komunikasi, dan barang konsumsi non-primer justru tertinggal.

Sektor energi juga mengalami tekanan.

Meski demikian, Peccatiello menegaskan bahwa AI masih memiliki peran besar terhadap pergerakan pasar saham AS.

Ia memperkirakan sekitar 70 persen variasi pergerakan S&P 500 masih dapat dijelaskan oleh faktor AI.

Namun, karena valuasi saham teknologi raksasa AS dinilai semakin berat, ia lebih memilih menempatkan pandangan optimistisnya pada saham-saham di pasar negara berkembang dan Eropa dibandingkan saham teknologi berkapitalisasi besar di AS.

Pandangan serupa juga tercermin dari kinerja pasar terbaru.

ETF Roundhill Magnificent Seven (MAGS), yang berisi saham-saham teknologi raksasa AS, tercatat turun sekitar 8 persen sepanjang Juni.

Penurunan tersebut memperpanjang tekanan pada kelompok saham "Magnificent Seven" yang sebelumnya telah menghapus nilai pasar hingga triliunan dollar AS.

>>> Gelandang Kanada Ismael Kone Sukses Jalani Operasi Patah Kaki

Pada akhirnya, menurut Peccatiello, faktor penentu bagi pasar bukanlah apakah The Fed akan memangkas suku bunga atau tidak, melainkan apakah bank sentral mampu menjaga ekspektasi investor dan menghindari kejutan kebijakan yang terlalu agresif.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru