Sebuah teori matematika bernama doomsday argument memprediksi bahwa umat manusia memiliki peluang 95 persen untuk punah dalam 17.100 tahun ke depan.
Teori probabilitas ini menggunakan prinsip Kopernikan yang mengasumsikan posisi manusia saat ini acak dalam lini masa sejarah bumi.
>>> Polres Metro Bekasi Kota Tangkap Pencuri Rumah di Mustika Jaya
Perhitungannya didasarkan pada estimasi 117 miliar orang yang pernah hidup, lalu dikalikan 20 untuk menghasilkan batas maksimum populasi 2,34 triliun manusia.
Kontroversi dan Kritik
Teori ini sangat kontroversial dan ditolak banyak ilmuwan karena mengabaikan variabel kompleks seperti kemajuan teknologi, perubahan tingkat kelahiran, dan kolonisasi ruang angkasa.
Pandangan berbeda datang dari sudut pandang teologi.
>>> Gibran Bagikan Hadiah Alat Musik dan Sepeda di Pesparawi Manokwari
Dalam Alkitab Matius 24:36, Yesus mengatakan bahwa tidak seorang pun tahu hari dan jam kedatangan-Nya, hanya Bapa di surga.
Penulis James Lasher menambahkan bahwa akhir sejarah manusia tidak akan berjalan sesuai formula matematika, melainkan berdasarkan rencana Tuhan.
Fisikawan teoretis peraih Nobel David Gross memberikan perkiraan yang lebih dekat. Ia menyebut bahaya konflik nuklir dan kecerdasan buatan dapat mengancam manusia dalam 35 tahun ke depan.
>>> Rafael van der Vaart Minta Maaf Usai Komentar Kontroversial soal Pemain Jepang
Studi lain dari Universitas Milan pada Mei lalu juga menunjukkan skenario matematika yang menggambarkan penurunan drastis populasi manusia pada tahun 2064.
