⌂ Beranda News OJK Jadikan Hasil Tinjauan MSCI 2026 sebagai Masukan untuk Pasar Modal

OJK Jadikan Hasil Tinjauan MSCI 2026 sebagai Masukan untuk Pasar Modal

OJK Jadikan Hasil Tinjauan MSCI 2026 sebagai Masukan untuk Pasar Modal
Ilustrasi OJK dan pasar modal Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 menjadi masukan konstruktif untuk memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia.

Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mempertahankan posisi Indonesia dalam kelompok Emerging Market berdasarkan peninjauan aksesibilitas pasar global tahun ini.

>>> Empat Momen Penting Diperingati Komunitas Global pada 21 Juni 2026

Namun, MSCI menurunkan penilaian kriteria arus informasi Indonesia ke level negatif. Hal ini mencerminkan persoalan keterbukaan data kepemilikan dan aktivitas pasar yang masih terbatas.

Beberapa risiko utama kembali disoroti, termasuk transparansi kepemilikan saham yang terbatas dan tanda-tanda perdagangan terkoordinasi. Keterbatasan pasar valuta asing juga dinilai menjadi hambatan bagi investor.

MSCI memperpanjang masa tinjauan terhadap pasar Indonesia pada April. Enam perusahaan yang mayoritas terkait kelompok konglomerat dikeluarkan dari indeks pada Mei, sehingga menekan pasar saham.

Penilaian MSCI dan Respons OJK

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjelaskan bahwa mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia masih terjaga dengan baik.

Dari 18 kriteria yang dinilai MSCI, sebanyak 10 kriteria memperoleh penilaian "++" yang menunjukkan kesesuaian dengan praktik terbaik global.

Enam kriteria mendapat "+" dan dua kriteria lainnya masih "-".

>>> Belanda Hajar Swedia 5-1 di Piala Dunia 2026

Salah satu perubahan penilaian tahun ini terjadi pada aspek Information Flow dalam segmen Market Infrastructure.

"Kami memandang masukan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal," ujar Hasan Fawzi dalam keterangan resmi, Jumat (20/6/2026).

OJK mencatat adanya pengakuan MSCI terhadap sejumlah langkah perbaikan yang telah dijalankan Indonesia, termasuk pada aspek Foreign Exchange Market Liberalization Level yang masih perlu ditingkatkan.

Hasan Fawzi menyatakan bahwa OJK terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, untuk memastikan perbaikan berjalan selaras dengan stabilitas sistem keuangan dan kebijakan makroprudensial nasional.

Feedback dari pelaku pasar dan global index provider menunjukkan hasil positif.

"Berbagai reformasi yang telah dilakukan saat ini telah memperoleh acknowledgement dan mulai menjadi pertimbangan dalam kebijakan investasi," katanya.

>>> Pramono Anung Potong Pajak Hiburan Bioskop Jakarta 50 Persen

Ke depan, OJK berkomitmen memperkuat dialog dengan MSCI, FTSE Russell, dan investor global agar reformasi pasar modal Indonesia dipahami secara komprehensif oleh komunitas investasi internasional.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru