Pemain cadangan yang berlari ke lapangan untuk merayakan gol bersama rekan setimnya di Piala Dunia 2026 kemungkinan besar tidak akan menerima sanksi dari wasit.
Fenomena selebrasi massal ini cukup sering terlihat sepanjang fase grup turnamen.
Salah satu contohnya terjadi saat Amerika Serikat mengalahkan Paraguay, ketika pelatih dan beberapa pemain cadangan bergabung dalam selebrasi gol.
Momen serupa juga terulang dalam laga Amerika Serikat melawan Australia, serta kemenangan Brasil atas Haiti dan Paraguay melawan Turki.
Berdasarkan regulasi International Football Association Board (IFAB), wasit memiliki kewenangan untuk memberikan tindakan disipliner kepada pemain cadangan yang memasuki lapangan tanpa izin.
Namun, keputusan tersebut mengacu pada dampak kehadiran pemain di dalam lapangan pertandingan.
Buku Peraturan IFAB menyatakan bahwa jalannya pertandingan dapat dihentikan jika ada yang 'mengganggu jalannya permainan'.
Karena selebrasi setelah gol tidak memengaruhi jalannya pertandingan, para pemain cadangan diperkirakan tidak akan menerima kartu kuning maupun hukuman lainnya.
Meskipun tidak dijatuhi sanksi, perangkat pertandingan tetap mencatat waktu yang terbuang akibat selebrasi tersebut untuk ditambahkan sebagai waktu ekstra.