"Pada masa hewan ini hidup, kita tahu Antartika pastilah ditutupi hutan beriklim sedang yang rimbun sehingga menyediakan banyak makanan bagi herbivora besar," ujar Barrett.
Es yang saat ini menutupi wilayahnya menyebabkan Antartika memiliki catatan fosil sangat minim, tapi itu mungkin berubah. "Kemungkinan masih banyak dinosaurus lain bisa ditemukan di benua ini.
Seiring perubahan iklim menyebabkan es menyusut, kita mungkin akan menemukan bukti lebih lanjut keanekaragaman hayati di masa lalu ini," tambah Barrett.
Roy Smith, dosen paleontologi vertebrata di University Portsmouth, mengatakan temuan ini adalah pengingat yang luar biasa tentang pentingnya koleksi ilmiah.
"Meskipun fosil ini hanyalah satu buah tulang belakang, maknanya sangatlah besar," katanya.
>>> GTA 6 Dikabarkan Mampu Berjalan 60 fps di PS5 dan Xbox Series
"Sebagai fosil dinosaurus pertama yang ditemukan di Antartika, temuan ini memberikan bukti krusial untuk memahami bagaimana dinosaurus tersebar di benua-benua selatan dan menunjukkan bahwa hewan-hewan luar biasa ini dulunya mendiami setiap benua di Bumi," kata Smith.