⌂ Beranda News Pesan Perpisahan Menyentuh Iran untuk Tuan Rumah Meksiko
News

Pesan Perpisahan Menyentuh Iran untuk Tuan Rumah Meksiko

Pemain timnas Iran meninggalkan Tijuana dengan pesan perpisahan
Pesan Perpisahan Menyentuh Iran untuk Tuan Rumah Meksiko
A A Ukuran Teks16px

Timnas Iran resmi meninggalkan Tijuana, Meksiko pada Rabu (1/7) setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026. Sebelum pulang, mereka menuliskan pesan perpisahan yang menyentuh hati untuk tuan rumah.

Selama bermarkas di Tijuana, skuad Iran mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Dukungan penuh diberikan, termasuk saat para pemain dan staf akan bertanding.

Bahkan, Mehdi Taremi dan rekan-rekannya sempat mengunjungi pusat perbelanjaan Peninsula. Warga setempat pun menyerbu untuk meminta foto dan tanda tangan.

Iran harus bermarkas di Tijuana setelah rencana awal di Tucson, Arizona ditolak pemerintah AS karena ketegangan geopolitik. Akibatnya, mereka harus bolak-balik Meksiko-AS untuk bertanding di Grup G.

Meski kelelahan dan harus menanggung sendiri biaya, Iran tetap berjuang.

Namun, mereka tersingkir setelah Austria vs Aljazair berakhir 3-3 di grup lain, membuat Iran gagal lolos sebagai peringkat ketiga terbaik.

Di papan tulis, Iran menulis: "Menjadi tuan rumah yang sejati adalah tentang rasa hormat, kemanusiaan, dan martabat. Kami tidak akan pernah melupakan kebaikan hati masyarakat Tijuana."

"Mulai hari ini, Meksiko akan selalu lebih dari sekadar negara tuan rumah. Ini akan menjadi rumah kedua kami dan tim kedua kami," lanjut pesan tersebut.

Iran juga menyoroti ketidakadilan turnamen: "Kami meninggalkan Piala Dunia ini dengan satu pertanyaan mendasar: Apakah setiap tim benar-benar berkompetisi dalam kondisi yang sama?"

"Fair Play bukanlah slogan di papan iklan, itu adalah identitas sepakbola. Namun turnamen ini mengingatkan bahwa masih ada jarak antara kata-kata dan tindakan," tulis mereka.

Pesan ditutup dengan: "Piala Dunia berakhir, administrator berganti. Hasil pertandingan jadi catatan, tetapi persaudaraan Iran, Mesir, dan Meksiko bertahan sepanjang sejarah."

Selama Piala Dunia, masyarakat Tijuana kerap meneriakkan "Iran, saudaraku, kamu sudah jadi orang Meksiko" sambil mengibarkan bendera Iran, meski terhalang pagar hotel.

📰 Update Terbaru