Meskipun ludes terjual dan harganya melonjak di pasar sekunder, konsol terbaru buatan Valve, Steam Machine, menuai kritik pedas dari Shuhei Yoshida, mantan Presiden SIE Worldwide Studios di Sony.
Yoshida secara terang-terangan mendeskripsikan konsol tersebut dengan kata 'meh' atau mengecewakan. Ia bahkan menyindir kualitasnya dengan mempertanyakan apakah dirinya sedang kembali ke era PlayStation 4.
>>> Pelatih Jepang Hajime Moriyasu Bela Hong Myung-Bo Usai Gagal di Piala Dunia 2026
Tokoh veteran industri game ini membeli Steam Machine saat peluncuran resminya dan membagikan ulasannya di media sosial setelah beberapa jam memainkannya.
Performa dan Klaim 4K yang Dipertanyakan
Keluhan utama Yoshida berpusat pada performa. Ia merasa terganggu dengan rekomendasi sistem Steam Machine yang menjadikan resolusi 1080p sebagai pengaturan grafis bawaan.
Hal ini memicu sindiran pedasnya mengenai perbandingan dengan PlayStation 4.
Sebelumnya, Valve dikritik karena klaim awal bahwa Steam Machine mampu menjalankan game di resolusi 4K pada 60 fps dengan bantuan teknologi FSR.
Kenyataannya, target tersebut hanya bisa dicapai dengan menurunkan pengaturan grafis game ke tingkat terendah. Beberapa game berat bahkan tetap gagal mencapai angka 4K/60fps.
Menanggapi hal ini, Valve secara diam-diam merevisi kalimat promosi mereka menjadi 'Up to 4K gaming with FSR 4.1'.
>>> Final Piala Dunia 2026: Masih Ada Kans Ronaldo Vs Messi
Selain performa layar, Yoshida juga mengeluhkan waktu booting sistem yang lambat dan stick analog pada Steam Controller yang terasa longgar.
Meskipun demikian, Yoshida tetap memberikan pujian objektif.
Ia mengapresiasi antarmuka sistem (UI) yang mudah digunakan, kemampuan menyalakan konsol langsung melalui controller, serta kover bodi yang bisa diganti-ganti.
Yoshida menyimpulkan akan menyimpan konsol tersebut karena kemampuannya memainkan game Steam langsung dari ruang tamu.
Namun, ia menegaskan sulit merekomendasikan Steam Machine kepada orang lain karena harganya yang kontroversial, dimulai dari USD 1.049.
>>> Kedai Tanpa Staf Menjamur di Korsel, Robot Jadi Andalan
Ironisnya, meskipun banyak pengulas menilai Steam Machine kurang bertenaga dan mahal, konsol ini tetap berstatus habis terjual di mana-mana.
