Para hobbit juga kemungkinan besar makan daging mentah, karena tak ditemukan bukti tulang Stegodon dimasak.
Juga tak ada bukti pembakaran pada lebih dari 4.000 tulang tikus dari situs, mengindikasikan bukti 'tulang hangus' sebelumnya sebenarnya hanyalah noda alami.
Misteri Evolusi dan Nenek Moyang H. floresiensis
Ketiadaan teknologi berburu dan membuat api menunjukkan perilaku mereka tidaklah sekompleks perkiraan sebelumnya, serta memunculkan pertanyaan tentang garis keturunannya.
Mungkin nenek moyang H. floresiensis berpisah dari genus Homo sebelum manusia berhasil menguasai api dan keterampilan berburu.
Penulis studi, E.
Grace Veatch, paleoantropolog Universitas Tubingen Jerman, menyebut hipotesis pertama asal-usul hobbit adalah fenomena pengerdilan akibat sumber daya alam yang terbatas.
Teori lain menyebut hobbit keturunan dari spesies Homo lebih kuno yang memang sudah bertubuh kecil.
"Studi kami menyimpulkan H. floresiensis berevolusi dari populasi hominin yang tidak membutuhkan strategi diet (berburu dan memasak) semacam itu, menyerupai bentuk Homo purba," katanya.
Namun, studi baru ini belum sepenuhnya menyelesaikan perdebatan tentang silsilah mereka, karena masih sedikit yang diketahui mengenai perilaku hominin purba di Asia Tenggara.
>>> LG LED 43 UHD Smart TV Diskon Besar di Transmart Full Day Sale
Di mana tepatnya posisi H. floresiensis di antara keluarga genus Homo lainnya masih belum terjawab.
