Google dilaporkan sedang mengembangkan sistem keamanan baru untuk reCAPTCHA yang menggunakan identifikasi biometrik melalui webcam. Metode ini dinamakan Hand Gesture Verification (HGV) atau Verifikasi Gerakan Tangan.
Sistem HGV membutuhkan akses ke webcam untuk merekam video tangan pengguna. Pengguna diminta melambaikan tangan atau melakukan gestur tertentu agar sistem dapat memverifikasi bahwa mereka adalah manusia.
>>> Amerika Dilibas Belgia, Netizen AS Singgung Trump dan Sadar Diri
Namun, berdasarkan pengujian awal, fitur ini dinilai tidak efektif dan justru berisiko mengancam privasi. Beberapa pengguna berhasil membobolnya dengan trik sederhana.
Sistem Canggih yang Mudah Diakali
Hanya dengan beberapa stok foto tangan dan fitur kamera virtual dari OBS Studio, sistem HGV bisa dikelabui.
Penyerang cukup meniru gerakan tangan menggunakan foto, sementara kamera virtual menggantikan webcam fisik.
Metode pembobolan ini diyakini dapat diotomatisasi menggunakan script Python, membuatnya semakin rentan terhadap serangan bot.
>>> Belgia Hancurkan AS 4-1, De Ketelaere Jadi Bintang
Selain celah keamanan, HGV memicu kontroversi terkait privasi. Banyak pengguna khawatir fitur ini menormalisasi pengawasan latar belakang oleh raksasa teknologi.
Memberikan akses kamera hanya untuk mengunjungi situs web dinilai berlebihan.
Google berkilah bahwa video yang direkam hanya diproses untuk mendeteksi gerakan tangan dan akan langsung dihapus setelah verifikasi.
>>> Balogun Gagal Selamatkan AS meski Diusahakan Trump
Mereka menegaskan video tidak dikaitkan dengan identitas pengguna dan tidak ada audio yang direkam.
