Pelaku usaha jaringan tetap telekomunikasi resmi membentuk Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi (Jarjatel). Wadah baru ini bertujuan memperjuangkan kepentingan industri, terutama terkait tingginya biaya relokasi jaringan.
Biaya relokasi yang tinggi dinilai membebani investasi operator dan menghambat percepatan pembangunan infrastruktur digital nasional.
>>> Ronaldo Unggah Foto Juara Euro 2016, Warganet Langsung Heboh
Jarjatel hadir untuk mengawal regulasi, mendorong efisiensi investasi, serta mempercepat pemerataan jaringan telekomunikasi di seluruh Indonesia.
Ketua Umum Jarjatel Raymond Hubertus mengatakan, pembentukan asosiasi dilatarbelakangi berbagai persoalan industri.
Mulai dari tingginya biaya relokasi jaringan hingga tata kelola pemanfaatan ruang bersama yang belum memberikan kepastian dan keadilan bagi pelaku usaha.
Menurut Raymond, kondisi tersebut membuat efisiensi investasi operator telekomunikasi semakin tertekan. Hal ini berpotensi menghambat percepatan pembangunan jaringan.
"Jarjatel berkomitmen menjadi mitra strategis Pemerintah Republik Indonesia dalam percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional melalui kolaborasi, standardisasi, efisiensi investasi, dan pemerataan konektivitas hingga seluruh wilayah Indonesia," ujar Raymond di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Ia menilai sektor jaringan tetap selama ini membutuhkan organisasi yang independen, profesional, dan transparan. Organisasi tersebut harus mampu memperjuangkan kepentingan seluruh penyelenggara jaringan secara kolektif.
Jarjatel hadir sebagai jembatan komunikasi antara pelaku industri dengan pemerintah dalam penyusunan maupun implementasi kebijakan.
>>> Rooney: Rodri Bosnya Spanyol di Lapangan
Asosiasi juga akan mendorong standardisasi teknis, efisiensi investasi, serta penyelesaian hambatan pembangunan jaringan di daerah.
Melalui kolaborasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan, Jarjatel berharap hambatan regulasi dan investasi dapat diselesaikan. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur digital nasional berjalan lebih cepat dan merata.
Sebagai organisasi baru, Jarjatel menargetkan ekosistem infrastruktur digital yang lebih efisien, adil, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Misi utamanya meliputi melindungi kepentingan anggota, mendukung pemerataan pembangunan jaringan, menerapkan tata kelola transparan, serta meningkatkan kompetensi dan standar teknis anggota.
Raymond menegaskan, asosiasi ini tidak hanya menjadi organisasi profesi, tetapi juga rumah bersama bagi seluruh penyelenggara jaringan tetap telekomunikasi.
Tujuannya mencari solusi atas berbagai tantangan industri, baik dari sisi regulasi maupun operasional.
Ia mengatakan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci.
>>> Brasil Gagal di Piala Dunia 2026, Vinicius Junior Minta Maaf
Hal ini agar pembangunan infrastruktur digital dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
