Piala Dunia seringkali menyajikan cerita unik, termasuk di babak semifinal.
Salah satunya adalah kemenangan Prancis yang ditentukan oleh gol langka dari Lilian Thuram, yang mengantarkan mereka ke partai puncak.
>>> Bellingham Disebut Mirip Zidane, Pimpin Inggris di Piala Dunia 2026
Thuram, yang dikenal sebagai salah satu bek terbaik di masanya, bukanlah pencetak gol ulung. Sepanjang 142 penampilan bersama timnas Prancis, ia hanya berhasil mencetak dua gol.
Dua Gol Tak Terduga di Semifinal
Kejadian luar biasa itu terjadi pada semifinal Piala Dunia 1998 melawan Kroasia di Stade de France. Prancis sempat tertinggal 0-1 di awal babak kedua melalui gol Davor Suker.
Namun, hanya berselang satu menit, Thuram menyamakan kedudukan pada menit ke-47 dengan sepakan kaki kanannya memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Skor berubah menjadi 1-1.
Tak berhenti di situ, pada menit ke-70, bek kanan ini kembali mencetak gol, kali ini dengan tendangan kaki kiri, yang membawa Prancis berbalik unggul 2-1.
Skor ini bertahan hingga akhir pertandingan.
Gol ganda Thuram menjadi penentu kemenangan bersejarah bagi Prancis, yang untuk pertama kalinya lolos ke final Piala Dunia.
>>> Akademi Persib Bandung Juara Soccer League All-Stars U-18
Padahal, sebelum laga tersebut, Thuram hanya mencetak satu gol dalam 11 musim karier klubnya.
Bahkan, peluang Thuram mencetak gol saat Prancis melawan Paraguay di babak 16 besar hanya diberi peluang 40/1 oleh bandar taruhan, lebih kecil dibanding kiper Paraguay, Jose Luis Chilavert.
Thuram sendiri menceritakan reaksi ibunya yang pingsan saat mendengar ia mencetak gol kedua. "Saat diberi tahu saya mencetak gol lagi, dia pingsan.
Saya tidak bercanda," kenang Thuram.
Empat hari kemudian, Prancis berhasil menjuarai Piala Dunia 1998 setelah mengalahkan Brasil 3-0 di final.
Meski Zidane menjadi bintang di laga puncak, aksi heroik Thuram di semifinal tak terlupakan.
>>> Unai Simon: Spanyol Tak Terkalahkan Jika Semua Pemain Tampil Maksimal
Hingga pensiun, dua gol ke gawang Kroasia itu tetap menjadi satu-satunya gol yang pernah ia cetak untuk timnas Prancis, menjadikannya salah satu kisah paling unik dalam sejarah semifinal Piala Dunia.
