Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menolak berpuas diri meski berhasil mempersembahkan dua gelar domestik di musim debutnya sebagai allenatore Nerazzurri.
Chivu, yang ditunjuk menggantikan Simone Inzaghi setahun lalu, sukses mengantar Inter menjuarai Liga Italia dan Coppa Italia.
>>> Gol Langka Lilian Thuram Bawa Prancis ke Final Piala Dunia 1998
Pencapaian ini menjadi unik karena merupakan kali pertama Inter meraih dua gelar domestik bergengsi dalam semusim setelah 16 tahun.
"Hal yang terpenting sekarang adalah motivasinya, karena tidak akan pernah cukup dalam kaitannya dengan ambisi dan apa yang ingin kami lakukan selanjutnya.
Namun, kami tidak ingin berhenti di sini," ujar Chivu dilansir Football-Italia.
Pelatih asal Rumania itu menambahkan bahwa pengalamannya menangani tim kini lebih matang. "Saya sekarang sudah melakoni 50 pertandingan, tidak lagi hanya 13 pertandingan.
Saya akan melakukan yang terbaik sebisa mungkin, kami ingin kompetitif di setiap kompetisi, dan punya ambisi untuk mencapai yang lebih baik daripada musim lalu," tuturnya.
>>> Bellingham Disebut Mirip Zidane, Pimpin Inggris di Piala Dunia 2026
Satu-satunya catatan minor Chivu bersama Inter musim ini adalah kiprah di Liga Champions.
Inter Milan tersingkir di playoff kualifikasi usai kalah agregat 2-5 dari tim asal Norwegia, Bodo/Glimt, yang membuat mereka gagal menembus fase grup.
Menyikapi hal tersebut, Chivu menekankan pentingnya mentalitas pantang menyerah. "Anda kan tidak mungkin memiliki segalanya di dalam hidup ini.
Saya ingin kita meningkatkan keberanian, jadi lebih bertekad dan berjuang untuk meraih kemenangan, bukan berpuas diri.
>>> Akademi Persib Bandung Juara Soccer League All-Stars U-18
Saya tidak memikirkan tentang apa yang sudah kami menangi, melainkan apa yang harus kami lakukan," tegas Chivu.

