Tencent Cloud resmi memperkenalkan dua agen kecerdasan buatan (AI) unggulan mereka, yaitu WorkBuddy dan Miora, di pasar Indonesia.
Peluncuran ini menandai langkah Tencent Cloud dalam menyediakan solusi AI yang telah terbukti efektif bagi individu maupun perusahaan.
>>> Inggris Paling Jauh Tempuh Jarak di Semifinal Piala Dunia 2026
WorkBuddy dirancang sebagai agen AI yang fokus pada peningkatan produktivitas di lingkungan kerja.
Agen ini mampu mengkoordinasikan berbagai tugas kompleks, termasuk riset pasar, analisis data, hingga visualisasi data, dengan dukungan keahlian di bidang keuangan, hukum, dan pemasaran.
Sementara itu, Miora hadir sebagai studio kreatif AI-native yang ditujukan bagi para desainer, kreator konten, dan pemasar.
Miora dapat menghasilkan aset visual siap produksi, mulai dari grafis, video, aset 3D, hingga antarmuka pengguna (UI), hanya berdasarkan instruksi yang diberikan.
Senior Vice President of Tencent Cloud dan Head of Tencent Cloud International, Poshu Yeung, menyatakan keyakinannya bahwa AI akan semakin diadopsi secara luas di berbagai industri dalam dua tahun mendatang.
Ia menyoroti bahwa di internal Tencent sendiri, lebih dari 60% kode telah dibuat menggunakan AI.
>>> Manchester United Perkuat Lini Tengah dengan Wajah Baru
Wakil Presiden Tencent Cloud dan Vice President of APAC Tencent Cloud International, Jimmy Chen, menambahkan bahwa era saat ini adalah masa implementasi AI, bukan lagi sekadar uji coba.
Ia optimistis dapat mendukung lebih banyak perusahaan di Indonesia dalam mengadopsi solusi AI.
Menurut Chen, agen AI seperti WorkBuddy dan Miora akan membantu perusahaan lokal mengalihkan pekerjaan yang membutuhkan banyak proses eksekusi kepada AI.
Hal ini memungkinkan tim internal untuk lebih fokus pada inovasi dan pengambilan keputusan strategis.
Indonesia dipandang sebagai pasar yang penting bagi Tencent Cloud, mengingat populasi muda yang besar dan adaptabilitas perusahaan terhadap teknologi AI.
>>> Pemerintah Bidik Rekening Penampung untuk Berantas Judi Online
Tencent Cloud menawarkan keunggulan kompetitif melalui efisiensi biaya, model kolaborasi dengan talenta lokal, serta kemudahan migrasi data dengan peningkatan kualitas.
