Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa pemberantasan judi online tidak cukup hanya dengan memblokir situs-situs terkait.
Pemerintah kini memfokuskan upaya pada pemutusan aliran dana dengan menargetkan rekening-rekening yang berfungsi sebagai penampung transaksi, yang disebut sebagai 'leher' dari ekosistem judi online.
>>> Rusia Pernah Coba Ubah Malam Jadi Terang dengan Cermin Antariksa
Rekening Penampung Vital dalam Ekosistem Judi Online
Menurut Meutya, rekening penampung merupakan titik krusial karena seluruh transaksi perjudian online bermuara pada rekening tersebut.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah melaporkan sekitar 38 ribu rekening yang diduga terkait judi online kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dari jumlah tersebut, sekitar 32.500 rekening telah berhasil ditutup setelah melalui proses verifikasi, menunjukkan tingkat keberhasilan sekitar 88,5%.
Meutya mengapresiasi peran OJK dan industri perbankan dalam upaya memutus aliran dana sindikat judi online.
Ia juga menekankan pentingnya perbankan untuk memperkuat penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) guna mendeteksi rekening mencurigakan sejak dini.
>>> Prancis vs Spanyol: Duel Semifinal Piala Dunia 2026, Ini Link Streamingnya
Banyak sindikat yang memanfaatkan masyarakat dengan imbalan Rp100 ribu hingga Rp500 ribu untuk membuka rekening yang kemudian digunakan sebagai penampung transaksi judi online.
Penguatan KYC hingga ke tingkat daerah dan gerai perbankan diharapkan dapat mendeteksi praktik 'ternak rekening' lebih dini.
Kolaborasi antara Komdigi, OJK, perbankan, Bank Indonesia, dan aparat penegak hukum dinilai penting untuk memberantas judi online secara menyeluruh, tidak hanya memutus akses situs tetapi juga menghentikan transaksi keuangan dan menindak pelaku.
Sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026, Komdigi telah memutus akses lebih dari 3,7 juta situs dan konten judi online.
>>> Mantan Pemain Liverpool Sarankan Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal
Percepatan pemberantasan judi online harus terus digalakkan melalui sinergi dan soliditas semua pihak.
